Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 detik yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (8 menit yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (41 menit yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (15 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (21 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 13 September 2023, 22:28 WIB 679 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Kurangi Penderita Stanting Desa Kembang Todanan, KKN IKMB IAIN Kudus Adakan Parenting Class

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kurangi Penderita Stanting Desa Kembang Todanan, KKN IKMB IAIN Kudus Adakan Parenting Class
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BLORA, INFODESANEWS | KKN IKMB IAIN Kudus, gelar agenda Parenting Class yang di hadiri ibu-ibu PKK desa Kembang, Todanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (12/09/2023) di kantor balai desa Kembang, dalam kegiatan ini merupakan bentuk usaha penanggulangi dan pencegahan anak stanting (gizi buruk) dan parenting dalam hal mendidik buah hatinya.

Kali ini mahasiswa KKN IAIN Kudus berkolaborasi dengan pihak BKKBN Blora dan Puskesmas Gondorio.

“Dimana anak yang mengalami stanting dapat mengakibatkan anak penurunan konsentrasi, tinggi badan tidak sesuai pada anak sebayanya, rasa percaya diri berkurang, dan rentan terkena penyakit” ujar Bu Anita selaku Bidan desa Kembang.

“Anak penderita stunting dengan gizi buruk itu berbeda, adapun stanting (tinggi badan dibandingkan dengan umur) sedangkan gizi buruk (berat badan dibandingkan dengan umurnya)” sambungnya.

“Dalam menanggulangi anak penderita stanting yakni, anak di larang keras memakan makanan yang mengandung pengawet buatan seperti, sosis, naget, dan mie instan karna makanan tersebut dapat menghambat perkembangan anak, serta anak dilarang minum minuman yang manis-manis khususnya makanan yang mengandung pemanis buatan” ujar Bu Ida, selaku kepala bidan puskesmas Gondorio.

Anak dianjurkan makan makanan yang bergizi khususnya anak yang memasuki usia 2 tahun dimana usia tersebut termasuk usia emas anak sehingga anak harus mengonsumsi makanan yang seimbang (buah dan sayuran)” tambahnya.

“Harapannya dengan ada kegiatan ini stanting di desa Kembang bisa hilang gak ada lagi, dengan begitu desa Kembang jadi lebih berkembang” ujar Bapak Nardi selaku Kepala Desa Kembang.**Sm

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi