LAMPUNG SELATAN – INFODESANEWS | Memasuki hari-hari terakhir bulan suci Ramadlan 1447 Hijriah, Anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Dwi Riyanto kembali mencuri perhatian dengan gagasan kreatifnya. Mengusung tajuk Last Day on Ramadlan, ia mengajak masyarakat untuk “berburu THR” dengan makna yang tak biasa: Tadarus Harus Rampung.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (17/03/2026) itu menjadi penutup rangkaian aktivitas Ramadlan yang sebelumnya telah diisi dengan safari silaturahmi ke masjid dan mushola di daerah pemilihannya, sembari membagikan buku karya pribadinya kepada masyarakat.
Tak ingin momentum akhir Ramadlan berlalu begitu saja, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Lampung Selatan itu mengajak para pemakmur masjid dan mushola—mulai dari kalangan orang tua, pemuda, hingga anak-anak—untuk menuntaskan bacaan Al-Qur’an mereka.
“THR yang kita maksud hari ini bukan hanya Tunjangan Hari Raya, tapi Tadarus Harus Rampung. Ini menjadi semangat kita di penghujung Ramadlan,” ujar Dwi dalam sambutan pembuka acara khataman Al-Qur’an.
Dalam penyampaiannya, mantan Komisioner KPU Lampung Selatan dua periode itu mengingatkan bahwa Rasulullah SAW setiap bulan Ramadlan selalu bertadarus bersama Malaikat Jibril. Menurutnya, umat Islam sebagai pengikut Nabi sudah sepatutnya meneladani kebiasaan tersebut.
Ia juga mengutip sejumlah hadits tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, di antaranya bahwa setiap huruf yang dibaca akan bernilai satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan.

Bahkan, merujuk perhitungan ulama seperti Imam Syafi’i, satu kali khatam Al-Qur’an setara dengan membaca lebih dari satu juta huruf—yang nilainya belum termasuk pelipatgandaan pahala.
“Bayangkan, jika itu kita lakukan dengan sungguh-sungguh di bulan Ramadlan, betapa besar ganjaran yang Allah siapkan,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Dwi Riyanto juga memberikan hadiah saweran kepada anak-anak dan remaja yang aktif mengikuti tadarus selama Ramadlan. Suasana pun tampak penuh kehangatan, terlebih saat acara ditutup dengan makan bersama.
Salah satu penerima saweran, Faiz, tampak sumringah. Ia mengaku senang dan tak menyangka akan mendapatkan hadiah tersebut.
“Terima kasih, senang sekali bisa ikut tadarus dan dapat THR,” ucapnya polos.
Kegiatan Last Day on Ramadlan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi penegas bahwa ibadah di penghujung bulan suci harus ditutup dengan semangat, kebersamaan, dan keberkahan—bukan justru mengendur. (Red)