Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 31 Oktober 2018, 15:59 WIB 2,693 PDF

Latihan Simpur Komputer: Yonif 611/Awl Hancurkan Pemberontak Di Wilayah Samboja

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Latihan Simpur Komputer: Yonif 611/Awl Hancurkan Pemberontak Di Wilayah Samboja
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SAMARINDA,INFODESANEWS – Kejadian seperti unjuk rasa, kriminalitas dan lain-lainnya marak terjadi khususnya di daerah Kutai Kartanegara, Samarinda dan Balikpapan yang didalangi oleh sekelompok radikal kanan melalui cara-caranya menggunakan front politik, front kladenstain dan front bersenjata.

Kelompok tersebut mengalami perkembangan cukup pesat karena mendapat dukungan langsung dari ISIS dengan cara mendapatkan dukungan dana serta persenjataan, sebagai alat untuk mewujudkan tujuannya yaitu melepaskan diri dari pemerintahan dan membentuk negara yang berlandaskan Islam.

Batalyon Infanteri 611/Awang Long (Awl) melaksanakan operasi penghancuran di wilayah Samboja kompleks melumpuhkan dan menghancurkan insurjen, menangkap tokoh insurjen dalam rangka mengembalikan kondisi wilayah di daerah Samarinda dan Kab. Kutai Kartanegara.

Penghancuran tersebut dilakukan dengan operasi mengintegrasikan semua kekuatan yang ada termasuk pemanfaatan Informasi dan Teknologi mengikuti perkembangan jaman.

Demikian skenario latihan yang dilaksanakan satuan tempur Batalyon Infanteri 611/Awl selama tiga hari terhitung mulai tanggal 29 sampai dengan 31 Oktober 2018 bertempat di Markas Batalyon Infanteri 611/Awang Long desa Loa Janan Ulu Kec. Loa Janan Kab. Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur, Rabu (31/10/2018).

Salah satu tujuan latihan tersebut adalah memelihara dan meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf, komandan satuan bawah serta Komandan satuan perkuatan dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup hal-hal keterpaduan, kerjasama, koordinasi dalam pengambilan keputusan, taktik dan teknik, olah yudha, pengintegrasian semua kemampuan satuan yang dimiliki dan prosedur serta tata cara kerja yang berlaku dalam suatu posko serta kemampuan komando dan pengendalian operasi komandan yang diaplikasikan menggunakan fasilitas Simulasi Tempur (Simpur) Komputer berbasis teknologi.

Latihan Simpur Komputer tersebut ditutup oleh Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy ditandai dengan upacara penutupan dan dihadiri Para Kasi Korem 091/ASN, para Kabalak, para Dansat, Tim Asistensi, Pengawas dan Evaluasi serta para Perwira Pengendali dan Penilai Latihan.

Serta seluruh peserta latihan yaitu Danyonif 611/Awl beserta seluruh staf dan para komandan satuan bawahannya.

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan dalam amanat yang dibacakan Kasrem 091/ASN, mengemukakan bahwa, latihan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan peningkatan pengetahuan dan pengalaman yang bernilai tinggi, karena seluruh teori berdasarkan referensi telah dapat disimulasikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Lebih jauh Danrem 091/Asn mengingatkan, keberhasilan pelaksanaan latihan bukan diukur telah berjalannya mekanisme latihan, melainkan harus diukur dari bagaimana pelaksanaan latihan posko Simpur dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan komandan dan staf dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemui baik saat prosedur hubungan komandan dan staf maupun pada saat pengendalian operasi berlangsung.

Diakhir amanatnya Danrem 091/ASN menekankan tentang pentingnya evaluasi disetiap latihan yang diselenggarakan, hal ini dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana kemampuan, apa saja kelemahan dan kekurangan untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah penyempurnaan dalam latihan latihan yang akan datang.(Sumber Penrem ASN/Red).

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi