LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Kisah haru perjalanan spiritual seorang musafir menuju Tanah Suci terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Seorang pejalan kaki asal Surabaya yang telah menempuh perjalanan selama 121 hari menuju Mekkah tak menyangka akan mendapat perhatian dan bantuan dari Bupati Lampung Selatan saat sedang melaksanakan iktikaf di sebuah masjid di daerah tersebut.
Perjalanan panjang yang dilakoni musafir tersebut dilakukan dengan berjalan kaki sebagai bentuk ikhtiar dan nazar spiritual menuju Mekkah, Arab Saudi. Selama lebih dari empat bulan perjalanan, ia melintasi berbagai daerah di Indonesia dengan bekal sederhana dan keyakinan kuat untuk menapaki perjalanan ibadah tersebut.
Saat singgah di Lampung Selatan dan melaksanakan iktikaf di masjid, kisahnya sampai kepada Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
Mendengar kisah perjalanan tersebut, Bupati Egi pun tergerak untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada musafir yang sedang menempuh perjalanan ibadah itu.
Bupati Egi menyampaikan bahwa perjalanan spiritual seperti itu merupakan bentuk keteguhan iman yang patut dihargai dan didukung.
“Perjalanan menuju Tanah Suci dengan berjalan kaki tentu bukan hal yang mudah. Ini menunjukkan tekad dan keyakinan yang kuat. Pemerintah daerah tentu merasa terpanggil untuk membantu semampunya agar perjalanan beliau dapat terus berlanjut dengan selamat,” ujar Egi.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan perjalanan sang musafir, baik untuk bekal logistik maupun kebutuhan selama melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhirnya.
Sementara itu, sang musafir mengaku tidak menyangka akan mendapatkan perhatian langsung dari kepala daerah di tengah perjalanan panjangnya. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Saya tidak menyangka perjalanan ini membawa saya bertemu banyak orang baik. Bantuan ini menjadi semangat baru bagi saya untuk terus melanjutkan perjalanan menuju Mekkah,” tuturnya dengan haru.
Kisah perjalanan ini pun menjadi inspirasi bagi banyak orang yang mendengarnya. Di tengah kesibukan kehidupan modern, perjalanan penuh keyakinan tersebut mengingatkan bahwa tekad, doa, dan ketulusan hati mampu menggerakkan banyak kebaikan dari orang-orang di sepanjang jalan.
Perjalanan sang musafir masih panjang. Namun dari Lampung Selatan, ia kembali melangkah dengan semangat baru, membawa doa dan dukungan dari masyarakat yang turut mendoakan keselamatan perjalanannya menuju Tanah Suci.
(Red)