Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 Agustus 2026, 13:33 WIB 1,350 PDF

MBG Boleh Jalan, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Jangan Tumbang

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

MBG Boleh Jalan, Tapi Pendidikan dan Kesehatan Jangan Tumbang
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

(foto ilustrasi)

INFODESANEWS — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkembang. Aturan, mekanisme dan petunjuk pelaksanaannya pun terus mengalami penyesuaian. Di tengah dinamika tersebut, pro dan kontra di masyarakat tak bisa diabaikan.

MBG pada dasarnya merupakan program yang memiliki tujuan mulia: memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Namun, tujuan baik tetap membutuhkan pengawasan dan perhitungan yang matang.

Jangan sampai rakyat miskin dan kurang mampu hanya dijadikan tameng setiap kali muncul kritik terhadap pelaksanaan maupun kebijakan anggaran MBG.

Kritik terhadap program bukan berarti menolak hak rakyat mendapatkan makanan bergizi. Justru sebaliknya, kritik diperlukan agar program yang menggunakan sumber daya negara tersebut benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.

Jangan Korbankan Pendidikan dan Kesehatan

Di tengah tuntutan pembiayaan MBG, pemerintah juga harus memastikan sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas.

Anak-anak tidak hanya membutuhkan makanan bergizi. Mereka juga membutuhkan sekolah yang layak, guru yang memadai, fasilitas pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan, obat-obatan serta akses terhadap layanan dasar.

Gizi penting, tetapi pendidikan dan kesehatan juga merupakan fondasi masa depan generasi bangsa.

Karena itu, jangan sampai pembangunan ruang kelas tertunda, fasilitas kesehatan terbengkalai atau pelayanan dasar masyarakat tertekan hanya karena prioritas anggaran bergeser tanpa perhitungan yang matang.

Jika anggaran terbatas, maka pemerintah dituntut semakin cermat menentukan prioritas, melakukan efisiensi dan memastikan setiap rupiah benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Aturan Boleh Berkembang, Pengawasan Jangan Kendor

Perubahan aturan dalam pelaksanaan MBG harus diikuti dengan sosialisasi dan evaluasi yang jelas. Jangan sampai pelaksana di lapangan justru kebingungan karena regulasi berubah lebih cepat daripada kemampuan mereka beradaptasi.

Publik juga berhak mengetahui bagaimana standar gizi ditentukan, bagaimana kualitas makanan diawasi, bagaimana distribusi dilakukan dan bagaimana persoalan di lapangan ditindaklanjuti.

Sebab, semakin besar sebuah program, semakin besar pula tuntutan transparansi dan akuntabilitasnya.

MBG bukan program yang harus kebal kritik.

Justru karena membawa nama dan kepentingan rakyat kecil, maka pelaksanaannya harus semakin terbuka terhadap kritik.

Rakyat Butuh Lebih dari Sekadar Slogan

Rakyat miskin tidak membutuhkan slogan bahwa pemerintah berpihak kepada mereka. Mereka membutuhkan manfaat yang benar-benar dirasakan.

Anak-anak membutuhkan makanan bergizi, tetapi mereka juga membutuhkan pendidikan yang berkualitas dan layanan kesehatan yang mudah diakses.

Karena itu, MBG boleh jalan, tetapi pendidikan dan kesehatan jangan tumbang.

Jangan sampai atas nama memperjuangkan rakyat miskin, justru sektor dasar yang menentukan masa depan mereka dikorbankan.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG bukan hanya diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa mengorbankan kebutuhan dasar lainnya.

Rakyat kecil jangan dijadikan tameng. Pendidikan jangan dianaktirikan. Kesehatan jangan dipinggirkan. Dan anggaran publik harus benar-benar kembali kepada kepentingan rakyat.

OPINI

Penulis: Redaksi Infodesanews

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi