OPINI
INFODESANEWS — Merdeka bukan sekadar bendera yang berkibar, lomba rakyat, panggung hiburan, atau kemeriahan seremoni setiap 17 Agustus.
Merdeka bukan tentang seberapa megah perayaan digelar, tetapi tentang seberapa jauh rakyat merasakan arti kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa arti kemerdekaan bagi petani ketika hasil panen tidak sebanding dengan biaya produksi?
Apa arti kemerdekaan bagi buruh ketika penghasilan hanya cukup untuk bertahan hidup?
Apa arti kemerdekaan bagi orang tua ketika pendidikan anak semakin berat dijangkau?
Apa arti kemerdekaan bagi rakyat kecil ketika pelayanan kesehatan, pekerjaan, pangan dan kebutuhan dasar masih menjadi perjuangan?
Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya tidak dianggap sebagai keluhan. Itu adalah cermin.
Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajahan bangsa asing. Kemerdekaan juga berarti bebas dari kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan, ketakutan dan ketidakberdayaan.
Jangan sampai rakyat diajak merayakan kemerdekaan, tetapi lupa bahwa masih banyak rakyat yang sedang berjuang untuk sekadar bertahan hidup.
Jangan sampai merah putih hanya menghiasi jalan dan gedung pemerintahan, sementara harapan rakyat kecil justru semakin memudar.
Merdeka bukan tentang perayaan.
Merdeka adalah ketika rakyat mendapatkan haknya.
Merdeka adalah ketika hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu.
Merdeka adalah ketika anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat.
Merdeka adalah ketika anak orang miskin memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
Merdeka adalah ketika rakyat tidak harus memiliki koneksi untuk mendapatkan pelayanan.
Dan merdeka adalah ketika pemerintah tidak hanya meminta rakyat percaya, tetapi juga memberikan alasan yang cukup untuk dipercaya.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan milik mereka yang sedang duduk di kursi kekuasaan. Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
Maka di tengah gegap gempita HUT ke-81 RI, mari kita bertanya lebih dalam:
Sudahkah rakyat kecil benar-benar merdeka?
Jika belum, maka perjuangan belum selesai.
Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya tidak diukur dari meriahnya perayaan, tetapi dari hadirnya keadilan.
Redaksi Infodesanews