Sabtu, 26 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (6 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (9 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (11 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (13 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (13 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (13 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (14 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 17 Februari 2025, 17:38 WIB 2,052 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Meski DAK dan DAU Dipotong Rp 65 Miliar, Bupati Arief Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Tetap Prioritas

Penulis: Kabiro Blora
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Meski DAK dan DAU Dipotong Rp 65 Miliar, Bupati Arief Tegaskan Pembangunan Infrastruktur Tetap Prioritas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menegaskan bahwa Pemkab Blora akan menyikapi pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 65 miliar dari pemerintah pusat dengan strategi yang tepat. Meski anggaran mengalami efisiensi, Bupati Arief menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh terhambat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Arief dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (17/2/2025). Rakor ini dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Camat, Direktur RSUD, serta Kepala Bagian di lingkungan Setda Blora.

“Untuk hal-hal yang tidak mendesak, kita akan tunda. Saya minta segera dilakukan percepatan perubahan anggaran,” tegas Bupati Arief. Ia menambahkan, meski terjadi pemotongan anggaran, pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jalan rusak, jembatan roboh, dan kebutuhan mendesak lainnya harus tetap menjadi prioritas.

Bupati Arief juga menyatakan bahwa Pemkab Blora akan mencari strategi dan alternatif pendanaan lain, seperti pinjaman, untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tetap berjalan sesuai harapan masyarakat. “Kita harus memastikan bahwa keinginan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur, tetap dapat ditangani,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi, yang memimpin langsung rakor tersebut, menyoroti beberapa agenda utama, termasuk percepatan penyelesaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). “Saya minta penyelesaian LKPD dilakukan dengan baik dan cepat. Jika tidak, hal ini berpotensi memengaruhi predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kita,” paparnya.

Sekda Komang juga menegaskan pentingnya kesiapan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menerapkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Rancangan awal efisiensi belanja SKPD mencakup pengurangan anggaran untuk Alat Tulis Kantor (ATK), seminar, penyelenggaraan acara, serta perjalanan dinas hingga 50 persen.

“Jika ada OPD yang tidak mau mengikuti aturan ini, nanti akan berhadapan langsung dengan pusat,” tegas Sekda Komang. Ia juga mengingatkan seluruh kepala SKPD untuk mengoptimalkan efisiensi operasional kantor, termasuk pengurangan penggunaan listrik setelah jam kerja. “Penghematan listrik setiap harinya bisa memberikan dampak signifikan bagi efisiensi anggaran daerah,” tambahnya.

Namun, Sekda Komang menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh dilakukan terhadap kegiatan pelayanan masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, perizinan, kependudukan, perdagangan, pajak, dan retribusi daerah. Selain itu, dana yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dana insentif fiskal, dana desa, dana transfer dari Pemprov, serta pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan pinjaman daerah juga tidak boleh dipangkas.

Pelaksanaan Inpres akan mulai diterapkan setelah terbitnya Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri pasca pelantikan. Tingkatkan Zona Integritas dan Transparansi Pelayanan Publik

Sebagai penutup, Sekda Komang mengajak seluruh kepala OPD untuk terus menjaga dan meningkatkan Zona Integritas di masing-masing instansi. Hal ini bertujuan untuk membangun Wilayah Bebas Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), serta memastikan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.

“Kita harus memastikan bahwa pelayanan publik berjalan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah komitmen kita bersama untuk mewujudkan Blora yang lebih baik,” pungkas Sekda Komang.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemkab Blora bertekad untuk tetap menjaga momentum pembangunan meski di tengah tantangan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.*Red

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora

Kabiro Blora

Kepala Biro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi