LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2027 resmi ditutup. Kecamatan Jati Agung menjadi lokasi terakhir pelaksanaan forum strategis tersebut.
Forum perencanaan tahunan ini digelar di Balai Desa Rejomulyo dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Jum,at (13/2/2026) Musrenbang menjadi ruang konsolidasi aspirasi masyarakat sekaligus penentuan arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Dalam sambutannya, Wabup Syaiful menegaskan bahwa Jati Agung diproyeksikan sebagai kawasan perdesaan strategis yang tetap menjaga kekuatan sektor pertanian, namun dikembangkan secara progresif melalui pariwisata berbasis potensi lokal desa.
Konsep pembangunan yang diusung, lanjutnya, mengarah pada pengembangan agrowisata dan experience based tourism, yakni model wisata yang menggabungkan aktivitas pertanian produktif, proses budidaya masyarakat, serta kehidupan sosial ekonomi desa sebagai daya tarik utama yang berkelanjutan.
“Integrasi antara pertanian, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mendorong kesejahteraan warga Jati Agung secara inklusif dan berorientasi jangka panjang,” ujar Syaiful.
Sementara itu, Camat Jati Agung Rizwan Effendi memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang tahun 2025, terutama pada sektor infrastruktur dasar.
Tercatat, pemerintah kecamatan telah merealisasikan pembangunan 21 ruas jalan, 7 jembatan, 10 saluran drainase, 6 fasilitas sanitasi, 7 sarana sumber daya air, serta 5 ruas jalan tanggap darurat.
Dari sisi ekonomi kerakyatan, Jati Agung juga memiliki potensi UMKM yang terus berkembang, mulai dari produksi tahu-tempe, aneka keripik, budidaya jamur, pembuatan sabun cair, hingga kerajinan sulam usus tapis yang tergabung dalam Komunitas UMKM Jati Agung (KOMUJA).
Selain itu, sektor pariwisata lokal turut menunjukkan geliat positif dengan hadirnya sejumlah destinasi wisata tematik desa dan taman rekreasi air yang menopang penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk rencana pembangunan tahun 2027, Kecamatan Jati Agung mengusulkan sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan pagar kantor kecamatan, rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, pengadaan alat fogging, perbaikan sarana pendidikan, serta normalisasi embung dan sungai.
“Termasuk bantuan sumur bor pertanian, program rumah tidak layak huni, serta pengadaan vaksin anti rabies dan PMK,” jelas Rizwan.
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini,
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun rantai nilai ekonomi pedesaan yang berkelanjutan, guna memperluas peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jati Agung secara nyata. (red)