BLORA, INFODESANEWS | RSUD dr. R. Soetijono Blora menjadi saksi sebuah kunjungan yang sarat makna ketika seorang warga negara Belanda datang dari Negeri Kincir Angin untuk menelusuri jejak leluhurnya yang pernah bertugas di rumah sakit ini sekitar tahun 1940-an, pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Senin 28 Juli 2025.
Kunjungan emosional ini bukan sekadar nostalgia, tetapi sebuah bentuk penghormatan terhadap sejarah keluarga dan keterikatan mendalam dengan tanah tempat leluhurnya mengabdi. Disambut Direktur RSUD dr. Puji Basuki, M.Kes, Kepala Bagian Umum Nurwanto Adi Prakoso, S.Kep.Ns, M.M, serta jajaran manajemen rumah sakit, tamu tersebut disambut secara hangat dan penuh kekeluargaan.
Selama napak tilas, tamu diajak berkeliling ke berbagai sudut rumah sakit yang masih mempertahankan jejak arsitektur masa lalu, meskipun kini sebagian besar area telah mengalami renovasi dan modernisasi. Dalam momen ini, RSUD juga membagikan dokumentasi dan narasi sejarah singkat mengenai perkembangan rumah sakit dari masa ke masa, termasuk kontribusi tenaga kesehatan asing yang menjadi bagian penting sejak awal berdirinya institusi ini.
“Kunjungan ini bukan hanya berkesan bagi tamu kami, tapi juga menyentuh seluruh civitas RSUD. Sejarah bukan sekadar masa lalu, tapi warisan yang mengikat dan menginspirasi,” ujar Nurwanto Adi Prakoso, S.Kep.Ns, M.M, Kabag Umum RSUD dr. R. Soetijono Blora.
Kegiatan napak tilas ini menjadi pengingat bahwa rumah sakit bukan hanya tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak sejarah panjang lintas generasi.
Lebih lanjut Nurwanto Adi Prakoso mengungkapkan RSUD dr. R. Soetijono Blora kini menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi kesehatan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya dan sejarah lokal Blora yang tak ternilai.
“RSUD dr. R. Soetijono Blora tak hanya melayani kesehatan, tetapi juga menjaga warisan budaya dan sejarah lokal sebagai bagian dari jati diri kami,” pungkasnya.**Red.