Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (13 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (20 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
OPINI 31 Agustus 2022, 16:30 WIB 916 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Netizen : Jadi Ndak Respek dan Kebablasen

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Netizen : Jadi Ndak Respek dan Kebablasen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

NASIONAL – Pengacara Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak menyebut penegakan hukum di era Jokowi paling rusak.”Pernyataan itu memunculkan beragam reaksi dari banyak pihak. Salah satunya Eko Kuntadhi, mimggu (28/8/22).

Pendukung utama Presiden Jokowi tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Kamaruddin Simanjuntak dalam sebuah video yang bereder di Twitter mengatakan, Indonesia saat ini bukan lagi negara hukum, melainkan negara otoriter.”Ini bukan negara hukum lagi, melainkan negara otoriter atau negara kekuasaan,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut mantan Pengacara Muhammad Kece tersebut, kerusakan hukum di era Jokowi sudah sangat parah.

“Rusak sudah hukum ini. Pokoknya di tangan pemerintahan Jokowi, penegakan hukum paling rusak,” tambahnya.

“Jadi tolonglah Pak Jokowi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dibina mereka ini, melalui saluran-saluran yang resmi,” lanjutnya.

Pernyataan inilah yang membuat beberapa pihak bereaksi. Terutama pada pendukung Presiden Jokowi di sosial media.

Salah satunya adalah Eko Kuntadhi. Pegiat media sosial tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Lho, kok Jokowi,” tulisnya di akun Twitternya @_ekokuntadhi mengomentar video pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.”Pada follower Eko Kuntadhi pun ikut merespon pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.”Ngomongin hukum kok Pak Jokowi lagi yg diseret???? Kebeblasan,” komentar akun @tri***tj.

“Terlalu banyak dikasih panggung nih orang. jadi seenak udelnya nembak sana sini. Gak ada hubungannya dgn Presiden pun ditarik2. Parah woyyyyy….!!!!,” balas @sen***ns. “Waaah udah kemana-mana ngomongnya. Wooy jgn senggol Pakdhe Jokowi. Jadi gak respect,” ujar @ne****ect.

Kamaruddin Simanjuntak saat ini makin banyak mendapat sorotan dari publik usai menangani kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.*

Pengacara Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak menyebut penegakan hukum di era Jokowi paling rusak.

Pernyataan itu memunculkan beragam reaksi dari banyak pihak. Salah satunya Eko Kuntadhi.
Pendukung utama Presiden Jokowi tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Kamaruddin Simanjuntak dalam sebuah video yang bereder di Twitter mengatakan, Indonesia saat ini bukan lagi negara hukum, melainkan negara otoriter.”Ini bukan negara hukum lagi, melainkan negara otoriter atau negara kekuasaan,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut mantan Pengacara Muhammad Kece tersebut, kerusakan hukum di era Jokowi sudah sangat parah.

“Rusak sudah hukum ini. Pokoknya di tangan pemerintahan Jokowi, penegakan hukum paling rusak,” tambahnya.

“Jadi tolonglah Pak Jokowi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dibina mereka ini, melalui saluran-saluran yang resmi,” lanjutnya.

Pernyataan inilah yang membuat beberapa pihak bereaksi. Terutama pada pendukung Presiden Jokowi di sosial media.

Salah satunya adalah Eko Kuntadhi. Pegiat media sosial tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Lho, kok Jokowi,” tulisnya di akun Twitternya @_ekokuntadhi mengomentar video pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.” Pada follower Eko Kuntadhi pun ikut merespon pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.

“Ngomongin hukum kok Pak Jokowi lagi yg diseret???? Kebeblasan,” komentar akun @tri***tj.

“Terlalu banyak dikasih panggung nih orang. jadi seenak udelnya nembak sana sini. Gak ada hubungannya dgn Presiden pun ditarik2. Parah woyyyyy….!!!!,” balas @sen***ns.

“Waaah udah kemana-mana ngomongnya. Wooy jgn senggol Pakdhe Jokowi. Jadi gak respect,” ujar @ne****ect.”Kamaruddin Simanjuntak saat ini makin banyak mendapat sorotan dari publik usai menangani kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.(@Gus/Iqbal)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #OPINI #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi