BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora resmi menguji coba sistem Parkir Elektronik (E-Parkir) di Pasar Rakyat Sido Makmur mulai sore ini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Blora, Kiswoyo, menjelaskan bahwa sistem digital ini akan mengurangi ketergantungan pada tenaga parkir manual, meskipun sebagian tetap dipekerjakan.
Nilai kontrak pengelolaan E-Parkir diperkirakan mencapai Rp800 juta hingga akhir tahun, dengan target peningkatan pendapatan tahunan yang signifikan dari sebelumnya yang hanya berkisar 396 juta rupiah.
“Ke depan, sistem ini juga akan menyediakan opsi berlangganan bagi pedagang dengan mobilitas tinggi,” ujar Kiswoyo saat ditemui wartawan usai uji coba e-parkir di Pasar Sido Makmur Blora, Selasa (8/7/2025).
Sementara itu, Pemenang tender PT. Berkat Lima Sekawan, Sabar Gimbal mengatakan, proyek e-parkir ini sebelumnya mengalami tiga kali proses lelang, dengan dua kali kegagalan sebelum akhirnya PT Sabar Gimbal terpilih sebagai pemenang.
Saat di pantau di LPSE Blora pemenang tender tahun 2025 dari CV Kharisma Persada berasal dari Bantul (Kab) DI Yogyakarta.
Lanjutnya, Pemkab Blora mengutamakan penyedia jasa yang benar-benar siap, baik dari segi legalitas maupun operasional.
“Pada lelang pertama, kami masih menemukan kekurangan dari sisi legalitas. Setelah diperbaiki, kami mengikuti lelang kedua dan akhirnya memenuhi semua persyaratan,” jelas dia yang juga ditemui di tempat yang sama.
Nilai kontrak proyek ini sekitar Rp 802 juta rupiah sudah termasuk pajak, dengan pembayaran dilakukan tiap bulan berdasarkan laporan operasional.
Sistem pengelolaannya menggunakan metode Cost And Fee (CAF) dimana semua pendapatan langsung di stor ke kas daerah, dengan pagu anggaran yang bisa menyesuaikan realisasi lapangan.
Sebanyak 33 tenaga kerja tetap akan dipekerjakan dalam sistem e-parkir ini, terdiri dari 15 petugas lapangan, 12 kasir, 2 IT support, 1 manajer, dan 3 supervisor.
Seluruh pekerja mendapatkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
“Kami berkomitmen menjalankan sistem ini secara profesional untuk mendukung efisiensi dan transparansi pengelolaan parkir,” ungkapnya.
Lebih Lanjut, dengan implementasi parkir elektronik, Pemkab Blora berharap dapat meningkatkan pelayanan publik sekaligus optimalisasi pendapatan daerah.
Uji coba ini akan menjadi acuan sebelum sistem diperluas ke lokasi lainnya.*Red