Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 23 Februari 2018, 21:59 WIB 1,691 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan ke Komunitas Difabel Blora

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan ke Komunitas Difabel Blora
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

BLORA, Infodesanews.com – NU Care-LAZISNU, salah satu organisasi NU yang bergerak di bidang sosial dan kesehatan melaksanakan Penyaluran Bantuan Alat Produksi Batik kepada UKM Difabel Blora Mustika sekaligus pelatihan pewarnaan dan pemasaran.

Pelatihan Marketing menghadirkan Solihin, seorang pengusaha dan pengrajin batik asal Pekalongan. Ia menmgenalkan cara menjual produk melalui media sosial dan internat. Sedangkan dalam pelatihan pewarnaan dikenalkan cat warna alami sebagai media batik.

“Warna ini berasal dari getah daun dan kulit tumbuhan. Ada daun tom atau nilla yang menghasilkan warna biru; kulit kayu tingi menghasilkan warna merah kecoklatan, biji jolawe menghasilkan warna kuning. Keunggulan cat warna alami ini selain ramah lingkungan juga memiliki warna yang khas,” ujar Solihin.

Selain dilatih dalam hal pewarnaan, kaum difabel yang bermarkas di Desa Kamolan (timur SMP Negeri 3 Blora) ini juga menerima bantuan alat-alat produksi diantaranya kain sutra, kain prima, malam, cat warna dan beberapa bahan-bahan produksi lainnya

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si yang mengapresiasi langkah NU Care- Lazisnu dalam membantu pengembangan usaha komunitas Difabel yang ada di Kabupaten Blora.

“Pemkab sangat mendukung kegiatan ini demi kemajuan Difabel Blora Mustika. Semoga hasilnya nanti bisa menginspirasi banyak kalangan untuk bisa terus maju di tengah keterbatasan fisik,” ungkap Wabup Arief.

Sebagai bentuk dukungan pengembangan batik difabel, dalam pelaksanaan Musrenbang Kabupaten Blora nantinya juga akan mengenakan pakaian batik yang diproduksi komunitas DBM ini. Memakai sekaligus mempromosikannya. Selain Wabup, itu hadir pula pengurus NU setempat dan PMII Blora.

“Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para donatur melalui NU Care-LAZISNU. Semoga bantuan ini dan kegiatan ini bisa membantu kemajuan DBM,” ujar Ghofur didampingi Kandar.

Ia berharap ke depan DBM bisa semakin berkembang dan mengangkat martabat difabel. (rsa-Tim/Aras)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi