Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 01 Oktober 2017, 22:44 WIB 1,555 PDF

Optimalkan Tim Penjangkauan, Dinsos Semarang Temukan Eksploitasi Anak

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Optimalkan Tim Penjangkauan, Dinsos Semarang Temukan Eksploitasi Anak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS | Pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah kota semarang dengan revitalisasi peran masyarakat menuai hasil positif. Dari beberapa kasus yang ditangani oleh dinas sosial melalui Tim Penjangkauan Dinsos Semarang yang terdiri atas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) terkait penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial terus dipantau. Rofi Andaryani (PSM Kecamatan Tembalang) dan Dwi Supratiwi (TKSK Kecamatan Tembalang) dalam beberapa hari ini menemukan beberapa kasus yang langsung dikoordinasikan dengan pemerintah. Minggu (01/10/2017)

Rofi dan Tiwi menemukan sebuah rumah beralamat di Pandean Lamper 4 RT 08 RW 06 yang dihuni oleh Sulis dan Trisari (usia -+40 tahun). Pasangan tidak pasangan resmi (hanya menikah dibawah tangan dan tidak terdaftar di KUA). Bersama RT dan RW setempat dua orang petugas berhasil menemui Trisari dan suaminya Sulis. Dari tinjauan Lokasi diketahui bahwa pasangan tersebut telah memiliki 3 anak. Yaitu; Rizal (10 tahun) Nurhayati (7 tahun) dan Amel (3 tahun).

Ketiganya tidak bersekolah dan justru dipekerjakan oleh orang tuanya sebagai penjaja koran di perempatan jalan. Dalam kesehariannya kedua anaknya (anak kedua dan ketiga) berjualan koran di jalan sedangkan orang tuanya bersembunyi sambil mengawasi. Sedangkan anak pertama bertugas untuk berjaga di rumah. Kedua orang tua tersebut juga diberikan nasehat oleh tim PSM bersama TKSK yang bertugas di lapangan namun diabaikan.

“Kami memberi pengarahan untuk tidak memperkerjakan anak, tetapi ibu tersebut tidak mau menerima saran kami dan malah pergi masuk rumah.” Kata Tiwi

Tindakan yang dilakukan oleh pasangan tersebut lebih karena faktor tidak laku bila berjualan sendiri dan lebih mudah laku kalau kedua anaknya yang menjual koran. (Rifqi/Yono)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi