LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, dua persoalan yang langsung dirasakan masyarakat mulai mencuat di Kabupaten Lampung Selatan, yakni kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar serta kondisi jalan rusak yang dikhawatirkan mengganggu distribusi barang.
Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar melakukan pemantauan harga di pasar tradisional Kecamatan Sidomulyo, Senin (16/3/2026).
Dari hasil pemantauan tersebut, hampir seluruh komoditas kebutuhan masyarakat mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Beberapa di antaranya bahkan mulai mengalami lonjakan seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
“Kami melihat hampir semua komoditas mulai bergerak naik, terutama kebutuhan plastik dan beberapa bahan baku. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah agar kenaikan harga tidak semakin tinggi,” ujar Syaiful.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan harga di pasar. Jika lonjakan harga dinilai terlalu tinggi, tidak menutup kemungkinan dilakukan langkah intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Namun persoalan tidak hanya soal harga bahan pokok. Dalam pemantauan tersebut, pemerintah juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang menjadi jalur distribusi barang. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Sidomulyo–Belimbing Sari, yang merupakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Lampung Selatan dengan Kabupaten Lampung Timur.
Dalam beberapa waktu terakhir, ruas jalan tersebut kembali mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Kerusakan jalan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Ada yang menyebut disebabkan kendaraan bertonase besar, ada pula yang menilai meningkatnya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut turut mempercepat kerusakan jalan.
Syaiful mengakui wilayah Sidomulyo hingga Candipuro saat ini memang tengah mengalami pertumbuhan aktivitas yang cukup pesat.
“Mobilitas kendaraan semakin tinggi. Distribusi barang juga meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ironisnya, beberapa ruas jalan yang sebelumnya telah diperbaiki pada tahun lalu kini kembali mengalami kerusakan sehingga memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pembangunan infrastruktur yang dilakukan.
Meski demikian, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk tetap bersabar karena proses perbaikan masih menunggu tahapan program pembangunan.
Syaiful menjelaskan, berdasarkan hasil pembahasan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), ruas jalan Sidomulyo–Belimbing Sari telah masuk dalam rencana pembangunan tahun ini.
“Dari hasil Musrenbang, insya Allah tahun ini ruas jalan tersebut akan segera diperbaiki,” ujar Syaiful.
Ia berharap perbaikan infrastruktur tersebut dapat segera terealisasi sehingga aktivitas masyarakat, khususnya distribusi barang dan mobilitas ekonomi di wilayah Sidomulyo hingga Candipuro, dapat kembali berjalan lancar.
Pasalnya, kondisi jalan yang rusak dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada kelancaran distribusi barang ke pasar. Jika distribusi terganggu, bukan tidak mungkin harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran akan semakin sulit dikendalikan.
Karena itu, masyarakat berharap rencana perbaikan jalan yang telah dibahas dalam Musrenbang benar-benar dapat direalisasikan tahun ini sehingga persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga tidak kembali terulang. (Red)