Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (2 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (5 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (6 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (6 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (7 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (7 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (21 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu)
INFODESA 16 Januari 2026, 19:20 WIB 1,840 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

PCA Trucuk Gelar Pengajian “Lahire Aisyiyah” dengan Wayang Golek Pitutur

Penulis: Kabiro Surakarta
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PCA Trucuk Gelar Pengajian “Lahire Aisyiyah” dengan Wayang Golek Pitutur
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

KLATEN – INFODESANEWS | Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Trucuk menyelenggarakan Pengajian “Lahire Aisyiyah” yang dikemas dengan pertunjukan Wayang Golek Pitutur pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Bani Adam, Pundungsari, Trucuk, Klaten, dan dihadiri sekitar 700 jamaah dari berbagai ranting ‘Aisyiyah serta masyarakat umum.

Acara menghadirkan Ki Ustadz Pujiono, Mudir PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Boyolali, yang sekaligus membawakan lakon Wayang Golek Pitutur bernuansa dakwah.

Melalui media budaya, Ki Ustadz Pujiono menyampaikan nilai-nilai perjuangan ‘Aisyiyah, pentingnya pendidikan perempuan, serta penguatan akhlak dalam keluarga dan masyarakat.

Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa kelahiran ‘Aisyiyah bukan sekadar peristiwa organisasi, tetapi momentum kebangkitan peran perempuan Muslim dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan, komunikatif, dan sarat filosofi Jawa, sehingga mudah diterima jamaah lintas usia.

Ketua Panitia, Sumiyati, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang sangat tinggi. Menurutnya, pengajian dengan format wayang golek pitutur dipilih agar nilai-nilai Islam dan spirit ‘Aisyiyah dapat tersampaikan secara lebih membumi dan membudaya.

“Kami ingin menghadirkan pengajian yang tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga menyentuh hati dan menguatkan identitas budaya. Alhamdulillah, jamaah sangat antusias,” ujar Sumiyati.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar semangat perjuangan ‘Aisyiyah terus hidup di tengah masyarakat Trucuk, khususnya dalam membangun generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*/Redslo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta

Kabiro Surakarta

Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi