Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 10 September 2026, 17:01 WIB 612 PDF

Pekerjaan Peningkatan Jalan Bukit Randu Tuai Sorotan Tajam Dari Politisi Senior

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pekerjaan Peningkatan Jalan Bukit Randu Tuai Sorotan Tajam Dari Politisi Senior
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

(foto anggota DPRD Lampung Selatan Fraksi Demokrat, Jenggis Khan Haikal,.S.H.M.H.)

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Baru ditingkatkan menggunakan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026 senilai Rp988 juta lebih, Jalan Bukit Randu, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, tampak mengalami retakan di sejumlah titik.

Kondisi jalan beton dengan retakan memanjang dan bercabang tersebut menuai sorotan anggota DPRD Lampung Selatan dari Fraksi Demokrat, Jenggis Khan Haikal.

Politisi senior itu menyayangkan apabila pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran mendekati Rp1 miliar sudah memperlihatkan keretakan.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi, terutama menyangkut kualitas pekerjaan dan efektivitas pengawasan di lapangan.

“Kalau pekerjaan baru selesai kemudian sudah terlihat retak, tentu harus diperiksa. Jangan buru-buru menyimpulkan penyebabnya, tetapi harus dilihat secara teknis apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi,” ujarnya.

(foto kondisi pekerjaan yang baru di perbaiki)

Jenggis menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada penyerapan anggaran. Pemerintah dan pihak terkait harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan memiliki umur layanan sesuai perencanaan.

Sorotan Jenggis semakin mengemuka ketika dikaitkan dengan rencana penggunaan dana pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan infrastruktur di Lampung Selatan.

Ia mengingatkan, dana pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk membiayai pembangunan pada 20 titik yang tersebar di 17 kecamatan. Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah harus memperketat pengawasan agar persoalan kualitas pekerjaan seperti yang terlihat di Jalan Bukit Randu tidak kembali terjadi.

“Ini yang harus menjadi perhatian kita. Kalau nanti ada 20 titik yang tersebar di 17 kecamatan menggunakan dana pinjaman SMI, pengawasannya harus benar-benar diperketat,” tegasnya.

Menurut Jenggis, skala pekerjaan yang tersebar di banyak wilayah tentu membutuhkan sistem pengawasan yang kuat. Jangan sampai pemerintah harus menanggung beban pembayaran pinjaman, sementara kualitas infrastruktur yang dibangun justru tidak maksimal.

“Ini uang yang harus dikembalikan. Jangan sampai masyarakat menanggung kewajiban dari pinjaman, tetapi kualitas pembangunan yang diterima tidak sesuai harapan,” sorotnya.

Ia meminta pemerintah daerah memastikan proses pembangunan mulai dari perencanaan, spesifikasi teknis, pemilihan material, pelaksanaan hingga pengawasan dan masa pemeliharaan benar-benar berjalan sesuai ketentuan.

Jenggis juga mendorong DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara lebih serius terhadap proyek-proyek infrastruktur tersebut. Menurutnya, pengawasan tidak cukup dilakukan setelah proyek selesai, tetapi harus dilakukan sejak pekerjaan dimulai.

“Jangan sampai setelah selesai baru diketahui ada masalah. Pengawasan harus berjalan sejak awal,” kata dia pada infodesanews.com, Kamis (10/6/2026)

Sementara itu, kondisi Jalan Bukit Randu yang memperlihatkan retakan di sejumlah bagian menjadi pengingat bahwa besarnya anggaran tidak otomatis menjamin kualitas pekerjaan.

Dengan rencana pembangunan di 20 titik melalui dana pinjaman SMI, pemerintah daerah kini dituntut membuktikan bahwa setiap proyek benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, sekaligus mampu dipertanggungjawabkan secara teknis maupun penggunaan anggarannya. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi