Kamis, 24 September 2026
INFODESA 17 Februari 2026, 21:09 WIB 702 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Pemantauan Hilal di Lampung Selatan, Awal Ramadan Mengacu Sains dan Syariat

Jurnalis / Kontributor: Redaktur Lampung
Jumlah Tayang: 702 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemantauan Hilal di Lampung Selatan, Awal Ramadan Mengacu Sains dan Syariat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Upaya penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lampung Selatan dilakukan melalui pemantauan hilal yang dipusatkan di kawasan Pantai Canti, Selasa (17/2/2026). Namun hasil observasi menyatakan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

Pemantauan hilal berlangsung di Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, melibatkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Dari hasil pengamatan, hilal dinyatakan tidak terlihat sehingga penetapan awal Ramadan menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat pemerintah pusat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnaen, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk. Berdasarkan perhitungan hisab di titik POB Bukit Gelumpai, tinggi hilal tercatat minus 1 derajat 03 menit 0,021 detik dengan sudut elongasi matahari-bulan sebesar 1 derajat 01 menit 0,008 detik.

“Merujuk pada kriteria Kementerian Agama, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, maka posisi hilal tersebut belum memenuhi syarat untuk dapat teramati,” jelas Zulkarnaen.

Ia menambahkan, dalam pandangan empat mazhab fikih, penetapan awal Ramadan dilakukan melalui rukyatul hilal atau observasi langsung. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anton Carmana, menilai Bukit Gelumpai memiliki keunggulan geografis sebagai lokasi pemantauan hilal.

“Secara geografis Bukit Gelumpai menghadap langsung ke laut lepas tanpa penghalang visual, sehingga sangat ideal sebagai titik pantau hilal di Lampung Selatan,” ujarnya.

Anton menegaskan, kegiatan rukyatul hilal bukan sekadar agenda rutin, melainkan bentuk ikhtiar yang mengintegrasikan pendekatan sains dan syariat. Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop modern serta perangkat astronomi presisi, namun tetap berpijak pada ketentuan agama.

“Kita menggabungkan teknologi dan dalil agama, agar umat menyambut Ramadan dengan penuh keyakinan dan ketenangan,” tambahnya.

Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai sidang isbat di Jakarta.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal yang terlihat, maka disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

Dengan penetapan tersebut, umat Islam di Lampung Selatan dan seluruh Indonesia dapat mempersiapkan pelaksanaan ibadah Ramadan sesuai jadwal resmi yang telah ditetapkan pemerintah. (red/sumber: Diskominfo Lamsel)

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi