Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 08 September 2017, 13:45 WIB 1,535 PDF

Penggalangan Tokoh Agama Dalam Aksi Bela Ronghingya

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penggalangan Tokoh Agama Dalam Aksi Bela Ronghingya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Blora, Infodesanews.com – Menindak lanjuti perintah Kapolri dan kapolda Antisipasi Pergerakan Massa ke magelang, jajaran Polres Blora telah melakukan langkah-langka penggalangan kepada para tokoh agama Islam supaya tidak turut terpancing berangkat ke Mgelang mengikuti kasi solidaritas bela ronghingya di Candi Borobudur.

“Saya sudah perintahkan seluruh Polsek jajaran melalu anggota Bhabinkamtibmas dan Intelkam agar melakukan penggalangan kepada para tokoh agama untuk tidak turut mengikuti aksi bela ronghingya di Candi Borobudur hari Jumat besok.” Ujar AKBP Saptono Kapolres Blora, Rabu (06/09/17) pagi.

Alasan Kapolres Blora tidak memberikan izin kepada para Ormas yang akan menggelar aksi bela etnis Rohingya yakni sesuai perintah Kapolri dan Kapolda Jateng saat digelarnya Vicon kemarin. Kapolres beralasan, karena Candi Borobudur merupakan warisan dunia di Indonesia yang sangat harus dijaga agar tidak rusak.

“Ini warisan dunia yang harus kita jaga kelestarian budayanya dan jangan mudah terprofokasi. Oleh karena itu apa hubungannya (dengan Rohingya),” katanya.

Permasalahan yang terjadi terhadap etnis Rohingya, AKBP Saptono menyebut bahwa itu bukan masalah agama antara umat Islam dengan umat Budha di sana dan juga umat Budha yang berada di Indonesia.

“Ini bukan persoalan antara masyarakat Budha, Indonesia, apalagi dengan masyarakat Islam, tidak. Ini permasalahan pemerintah yang berkuasa dengan kelompok etnis yang dianggap melakukan penyerangan terhadap pemerintahnya,” sambungnya.

AKBP Saptono juga menuturkan bahwa komunitas Budha yang berada di Indonesia pada umumnya dan di kabupaten Blora khususnya telah memberikan atau menyampaikan pernyataan secara keras dan tegas terhadap pemerintah Myanmar, agar kasus tersebut dapat terselesaikan.

“Di sini para pengurus dan anggota FKUB serta kelompok-kelompok pengurus Budha sudah menyatakan sikap yang sangat keras, mereka mengecam pemerintah Myanmar. Kami juga berencana akan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Blora dan FKUB untuk menyalurkan bantuan ke sodara-soda pengungsi Rohingya,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah organisasi berencana akan menggelar demonstrasi yang disebut Aksi Bela Muslim Rohingya dalam bentuk Gerakan Sejuta Umat Muslim Mengepung Candi Borobudur pada 8 September 2017.

Aksi itu digelar untuk mendorong penyelesaian konflik Rohingnya di Myanmar. Berdasarkan pesan atau info yang diterima polresblora.com dari tranding topic media sosial, diklaim sudah ada hampir puluhan organisasi yang akan bergabung dalam aksi itu yang belum tetntu kebenarannya.

Kapolres Blora mengimbau warga untuk melakukan aksi yang lebih bijaksana dan bermanfaat untuk muslim Rohingya.

“Penggalangan dana atau doa bersama semacam itu kan lebih bermanfaat, bukan malah unjuk rasa,” pungkasnya.(IKS)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi