Kamis, 24 September 2026
KHAZANAH 29 Juli 2023, 21:04 WIB 718 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

PERWATHIN Solo Lantik Anggota dan Gelar Seminar Kebangsaan Bertajuk “Kebijakan Illahi Dalam Perspektif Nasionalisme”

Jurnalis / Kontributor: admin
Jumlah Tayang: 718 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PERWATHIN Solo Lantik Anggota dan Gelar Seminar Kebangsaan Bertajuk “Kebijakan Illahi Dalam Perspektif Nasionalisme”
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO- INFODESANEWS.COM, Suasana santai tapi khidmat nampak di rumab gedung bertuliskan Persatuan Warga Theosofi Indonesia Sanggar Solo, yang tersemat pada papan berwarna putih di Punggawan Mangkubumen, Surakarta.

Ditempat ini pada Sabtu pagi (29/7) perkumpulan Theosofi yang tergabung dalam Perwatin tengah menggelar kegiatan pelantikan atau pengukuhan anggota baru dan seminar kebangsaan dengan tema Kebijkan Illahi Dalam Perspektif Nasionalisme dengan Narasumber Dr. Petrus Darmadi Syahwirhadinagoro pada Minggu (30/7). Acara tersebut juga dihadiri Ketua Pengurus Besar Perwathin, Bp. Drs. Widyatmoko, M.M.

Perkumpulan Theosofi merupakan perkumpulan yang menjunjung pengetahuan atau kebijaksanaan dalam memandang permasalahan ketuhanan.

Ketua Perwathin Sanggar Solo, Achmad Sutrisno mengungkapkan Theosofi bukanlah sebuah agama. Namun, lebih memahami terhadap ilmu pengetahuan atau science, membangun watak dan pengabdian. “Dalam teosofi kami diajarkan untuk saling memahami dan menghargai terhadap sesama, kami tidak pernah belajar mengenai dogma-dogma agama,”ungkapnya.

Dijelaskan, anggota perkumpulan Theosofi juga diikuti oleh sejumlah orang dari lintas agama. Setiap pertemuan biasanya perkumpulan Theosofi membahas berbagai hal yang imbang mengenai religi, sains dan filsafat. “Jadi ada banyak hal kami diskusikan dan lebih mengarah pada pengetahuan dan diikuti oleh beragam agama,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil ketua Perwathin Sanggar Sala, Drs. H Suyanto mengaku sudah sejak puluhan tahun lalu menganut kepercayaan kejawen dan kerap mengikuti acara kajian yang digelar perkumpulan Theosofi. “Karena saya merasa cocok dan nyaman dengan perkumpulan ini, yang diajarkan juga mengenai menjadi manusia saling menghormati dan tidak saling membenci,”ujarnya.

Menurutnya, anggota Theosofi juga mengagumi sosok Gus Dur sebagai tokoh Pluralisme di Indonesia. “Yang jadi panutan kami  itu seperti sosok Gus Dur, beliau sangat menjunjung keberagaman dan menghargai perbedaan,” ucapnya.

Sekedar diketahui, Perkumpulan Theosofi di Indonesia pertama kali didirikan di Kabupaten Pekalongan pada 1900 silam. Hingga kini perkumpulan Theosofi masih tetap eksis di sejumlah daerah seperti Solo, Semarang dan Jogjakarta. (red slo)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi