Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 September 2019, 10:47 WIB 1,400 PDF

Petani Sawit Bakar Pohon Sawit Diganti Tanaman Jagung

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Petani Sawit Bakar Pohon Sawit Diganti Tanaman Jagung
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

LUWU UTARA(SULSEL), INFODESANEWS – Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit tak menentu dan selalu mengalami penurunan. Petani Kelapa Sawit di Luwu Utara mulai resah. Bahkan di Kecamatan Sabbang Selatan petani Sawit H.Nasir bakar pohon sawitnya, untuk menanam Jagung yang menjanjikan setiap panen harga terus naik jagung ini.

H.Nasir sengaja membakar kebun sawitnya lantaran hasilnya sudah tidak bisa diharapkan untuk menutupi kebuhan rumah tangga setiap hari.

“Harganya disini tidak menentu atau anjlok per kilogram pak, lebih baik saya tebang dan menanam jagung yang menjanjikan harganya tiap panen,” H.Nasir pada media ini, Sabtu(14/9/2019).

Menurutnya, harga yang sangat rendah itu menyebabkan petani sudah tak bisa berpenghasilan yang layak, sebab harga penjualan hanya bisa menutupi pembelian pupuk yang harganya cukup mahal.

“Kami sudah menderita bertahun-tahun, akibat harga yang terus menerus mengalami penurunan, kami sudah tidak tahan terpaksa ditebang saja,” kesalnya, seraya menambahkan, niat baik menanam kepala Sawit dengan tujuan mendapatkan kesejahteraan. Namun Harga kelapa sawit anjlok. Itulah saya tebang dan bakar.

Sementara itu, Sekretaris Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia Luwu Utara, Mahmuddin mengatakan, secara nasional harga TBS memang mengalami penurunan, hal tersebut diakibatkan naiknya pajak impor sejumlah negara tujuan CPO.

“Semestinya, harga TBS naik seiring menguatkan mata uang dollar terhadap rupiah, tapi yang terjadi malah sebaliknya, harga terus mengalami penurunan,” tukasnya.(yustus)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi