Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 08 September 2017, 18:02 WIB 1,472 PDF

Razia Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Blora Antisipasi Mobilisasi Massa

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Razia Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Blora Antisipasi Mobilisasi Massa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Blora, Infodesanews.com – Maraknya Issu warga masyarakat Blora yang akan menggelar unjuk rasa terkait peristiwa Rohingya diseputaran candi Borobudur Menjadikan Jajaran Kapolres Blora melaksanakan razia selama 2 hari Kamis dan Jumat tanggal 7 dan 8 September 2017 yang akan di fokuskan di daerah perbatasan antar Kabupaten.

Razia ini merupakan salah satu upaya pencegahan massa atau kelompok tertentu yang hendak berangkat ke Magelang dengan maksud khusus akan berunjuk rasa terkait peristiwa Rohingya.

Maksud khusus itu adanya kemungkinan pergerakan masyarakat dari Kabupaten Blora yang ke Magelang dalam rangka akan menggelar unjuk rasa terkait peristiwa Rohingya diseputaran candi Borobudur

Razia itu dilakukan di sejumlah titik. Misalnya di terminal bus, di jalan – jalan yang dianggap rawan, daerah batas antar Kabupaten. Sasarannya adalah kendaraan – kendaraan penumpang dari dalam atau luar kota yang sedang perjalanan ke Magelang melewati Blora.

Alhasil, dalam razia hingga sore hari hingga pagi ini, petugas kepolisian yang terdiri dari Unit Lalu Lintas, Unit Reskrim, Shabara, Intel dan instansi pendukung lainnya tidak menemukan indikasi apapun.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H mengatakan, razia ini dilakukan sebagai upaya pencegahan bila ada massa yang mau bertolak ke Magelang.

“Kami antisipasi agar tidak sampai ke Magelang. Karena saya sebagai pimpinan kepolisian di Blora memiliki kewajiban untuk mencegah salah satu pihak yang mau ke Magelang,” katanya.

Kapolres menjelaskan, upaya itu sebenarnya bukan larangan untuk masyarakat yang mau pergi ke Magelang. Hanya saja, ia mendapatkan arahan dari pimpinan untuk mencegah.

“Kalau bisa tidak ada yang berangkat ke Magelang itu selama pelaksanaan Aksi bela islam Rohingya.

Ini antisipasi dalam hal – hal yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu Kamtibmas yang kondusif ,” ungkapnya.

AKBP Saptono menjelaskan, dalam razia, pihaknya tidak menemukan orang – orang yang mau bepergian ke Magelang. Semisal ada pun, ia akan meminta yang bersangkutan untuk menundanya.

“Dalam setahun ini kan ada 365 hari. Kalau bisa gak usah lah, ditunda dulu ke Magelang sehabisnya Aksi bela islam Rohingya. Toh hanya sehari saja,” terangnya.

Dia juga mengaku sudah mengeluarkan intruksi Polres Blora. Inti Instruksi itu adalah menghimbau kepada seluruh masyarakat Blora, untuk tidak melaksanakan Mobilisasi Masa yang dapat mengintimidasi secara fisik maupun psikis pada Aksi bela islam Rohingya.

“Sebelumnya, kami sudah menjalin koordinasi dan komunikasi kepada seluruh jajarannya hingga ke sektor-sektor di Blora untuk meredam mobilisasi masa ke Magelang. Saya juga sudah koordinasi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan para Alim Ulama di wilayah Kabupaten Blora,” tutup AKBP Saptono.(AR/IKS)

 

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi