Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 12 September 2017, 18:53 WIB 881 PDF

Remaja Rawan Gunakan Narkoba

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Remaja Rawan Gunakan Narkoba
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

MAGELANG, INFODESANEWS – Masih maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, mendorong organisasi Granat (Gerakan Anti Narkotika) terus aktif menyosialisasikan bahayanya mengonsumsi narkoba. Pelajar menjadi sasaran sosialisasi yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Seperti yang dilakukan di SMA 3 Magelang, Selasa (12/9), Granat dan BNN memberi penyuluhan penyalahgunaan bahaya narkoba. Tidak kurang dari 300 siswa mengikutinya yang dihadiri pula oleh Kepala Badan Kesbangpolinmas Kota Magelang, Ery Widyo Saptoko dan kepolisian.

“Penyalahgunaan narkoba masih marak di Indonesia, terutama di kalangan remaja. Termasuk di Kota Magelang yang menjadi sasaran empuk para pengedar, sehingga kami merasa perlu mengadakan penyulunan di sini,” ujar Ketua Sukarelawan Granat, Budi Handoko di sela acara.

Kota Magelang, disebutnya sebagai daerah yang memiliki tingkat konsumsi narkoba cukup tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengonsumsi narkoba, di antaranya lingkungan, keluarga, dan faktor diri pribadi pengguna.

“Paling banyak faktor lingkungan. Banyak kasus terjadi, di keluarga baik-baik saja, tapi mengonsumsi narkoba karena ikut-ikutan teman. Kami pun terus sosialisasi agar para remaja tidak terjerumus dalam lembah hitam narkoba,” katanya.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Temanggung, Sony Hendrawan menuturkan, kalangan pelajar dan mahasiswa memang menjadi penyalahguna narkoba terbesar kedua setelah pekerja. Sementara terbesar ketiga diduduki orang-orang yang tidak bekerja.

“Jumlah pengguna narkoba dari kalangan pekerja mencapai 50 persen dari total sekitar 4 juta penyalahguna di Indonesia. Kalangan pelajar/mahasiswa sebanyak 27 persen dan kalangan tidak bekerja sebesar 22 persen,” tuturnya yang bertindak sebagai pembicara sosialisasi.

Dia menegaskan, kalangan remaja paling rentan menjadi sasaran pengedar narkoba. Banyak kasus penyalahgunaan narkoba muncul yang korbannya dari remaja. Bahkan, kasus terbaru yang terungkap bulan Maret 2017 lalu juga remaja menjadi korban.

Kasus itu, katanya terjadi di wilayah Temanggung, di mana ada sembilan anak sekolah yang kedapatan mengonsumsi pil Excimer di saat jam pelajaran pertama. Setelah diusut, ternyata ada sekitar 42 anak yang sudah mengonsumsi pil kategori psikotropika itu.

“Kami tahu, karena ada siswa yang melapor ke kami kalau di sekolahnya ada yang mengonsumsi narkoba. Kini, mereka sedang menjalani rehabilitasi sambil kasusnya ditangani Polres setempat,” jelasnya.

Sony menyebutkan, pihaknya saat ini tengah merehabilitasi 51 orang penyalahguna narkoba, yang 80 persen berasal dari Temanggung. Sisanya dari wilayah tetangga, seperti Kabupaten dan Kota Magelang.

“Usia termuda 14 tahun dan tertua sekitar 50 tahun. Kebanyakan mereka gunakan narkoba, karena faktor pergaulan. Maka, penting sekali adanya penyuluhan ini agar anak-anak remaja kita mengetahui bahayanya narkoba, sehingga tidak terjerumus,” ungkapnya. (Awe)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi