Rabu, 23 September 2026
INFODESA 14 September 2026, 12:48 WIB 2,487 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Rp100 Miliar Pinjaman SMI untuk 50 Km Jalan Lamsel, Kualitas Proyek Kini Jadi Taruhan

Jurnalis / Kontributor: Redaktur Lampung
Jumlah Tayang: 2,487 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Rp100 Miliar Pinjaman SMI untuk 50 Km Jalan Lamsel, Kualitas Proyek Kini Jadi Taruhan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan resmi mengamankan pembiayaan senilai Rp100 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk mendukung rekonstruksi dan peningkatan sekitar 50 kilometer jalan strategis yang tersebar dalam 20 ruas prioritas.

Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Lampung Selatan mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Namun, di balik besarnya nilai pembiayaan itu, kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, transparansi, serta pengawasan pelaksanaan proyek menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.

Kesepakatan pembiayaan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah antara Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dan Direktur PT SMI Faris Pranawa di Aula PT SMI, Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

Penandatanganan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan Tri Umaryani, serta jajaran terkait.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan, dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan yang masih menjadi kebutuhan masyarakat.

Menurut Egi, posisi Lampung Selatan yang strategis dengan tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat membutuhkan konektivitas yang semakin baik.

“Aksesibilitas adalah urat nadi konektivitas. Ketika jalan terbuka dan terhubung, maka peluang ekonomi, pelayanan publik, pendidikan hingga aktivitas sosial masyarakat juga ikut bergerak,” ujar Egi.

Sebanyak 20 ruas jalan prioritas tersebut ditargetkan mampu membuka akses menuju sentra produksi, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung kawasan yang memiliki potensi ekonomi.

Namun, Egi juga memberikan penekanan agar besarnya anggaran tidak berhenti pada angka di atas kertas. Kualitas pembangunan menjadi hal yang harus dikawal sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pekerjaan dinyatakan selesai.

“Saya berharap kualitas pekerjaan harus bagus, sesuai kriteria dan spesifikasi, serta diselesaikan tepat waktu. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar dapat difungsikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung Selatan,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting mengingat pembiayaan Rp100 miliar bukan sekadar angka investasi pembangunan. Dana tersebut merupakan pembiayaan daerah yang pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan melalui pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, pengawasan terhadap 20 ruas jalan tersebut menjadi bagian yang tidak boleh dikesampingkan. Mulai dari spesifikasi teknis, kualitas material, volume pekerjaan, ketepatan lokasi, hingga proses serah terima pekerjaan harus benar-benar menjadi perhatian.

Jangan sampai pembangunan yang menggunakan pembiayaan besar justru melahirkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan atau kualitas pekerjaan yang tidak sesuai harapan.

Sementara itu, Direktur PT SMI Faris Pranawa mengatakan, penanganan sekitar 50 kilometer jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lampung Selatan.

“Dengan total penanganan sekitar 50 kilometer, kami berharap pembiayaan ini dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, serta mendukung akses menuju sentra produksi, fasilitas pelayanan publik dan kawasan ekonomi potensial,” ujar Faris.

Faris menyebut, program tersebut diproyeksikan meningkatkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan dari sekitar 63 persen menjadi 67 persen.

Selain itu, peningkatan kualitas jalan diperkirakan mampu menghasilkan efisiensi biaya operasional kendaraan lebih dari Rp40 miliar per tahun.

Angka tersebut tentu menjadi proyeksi yang menjanjikan. Tetapi masyarakat pada akhirnya akan menilai keberhasilan program bukan hanya dari angka kemantapan jalan atau nilai efisiensi yang diproyeksikan, melainkan dari kondisi jalan yang benar-benar mereka gunakan setiap hari.

Apakah jalan dibangun sesuai spesifikasi? Apakah mampu bertahan dalam jangka panjang? Apakah pelaksanaannya tepat waktu? Dan apakah setiap rupiah pembiayaan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dikawal bersama, terlebih program ini menyangkut pembiayaan daerah dengan nilai Rp100 miliar.
Faris menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada dukungan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, PT SMI dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami percaya keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi. Sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pihak menjadi kunci agar pembangunan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Faris.

Kini, setelah pinjaman Rp100 miliar tersebut resmi dikucurkan melalui skema pembiayaan daerah, tantangan berikutnya berada di lapangan.

Pemkab Lampung Selatan dituntut memastikan 20 ruas jalan yang ditangani bukan sekadar proyek yang selesai secara administratif, tetapi benar-benar selesai secara kualitas.

Sebab, ketika uang daerah dipinjam untuk membangun jalan, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar jalan yang selesai dibangun, melainkan jalan yang berkualitas, tahan lama dan mampu dipertanggungjawabkan.
(Red/Sumber: Diskominfo Lamsel)

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi