BLORA, INFODESANEWS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetijono Blora memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial yang menayangkan pelayanan rumah sakit tersebut.
Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, memaparkan kronologi penanganan pasien yang terekam dalam video tersebut. Menurut dr. Puji, pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada 15 Juli sekitar pukul 02.00 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran dan tekanan darah sangat rendah (70/30). Tim IGD langsung melakukan tindakan medis, termasuk pemasangan infus, pemeriksaan patologi, dan pemberian obat untuk menstabilkan kondisi pasien. Hingga pukul 04.00 WIB, tekanan darah pasien telah membaik menjadi 90 sistolik, meski masih mengeluh sesak napas sehingga diberikan terapi nebulasi.
“Ada permintaan dari keluarga pasien untuk menghadirkan dokter spesialis tertentu, namun hal itu tidak sesuai indikasi medis karena penanganan pasien berada di ranah penyakit dalam,” jelas dr. Puji.
Ia menambahkan bahwa dokter yang menangani sempat izin sholat Subuh selama sekitar lima menit sebelum kembali melanjutkan perawatan.
dr. Puji menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan situasi sepenuhnya. Saat direkam, petugas sedang menjalankan ibadah sholat subuh.
” Untuk Satpam juga standby di area eksternal, sementara tindakan medis tetap berjalan,” ujarnya.
RSUD Blora telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian, untuk menangani kasus ini secara persuasif. Pembuat video telah menghapus unggahannya, namun rumah sakit siap menempuh jalur hukum jika ada upaya mendiskreditkan layanan kesehatan tanpa dasar.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Blora, dr. Farida Laela menyatakan, bahwa rumah sakit memiliki saluran aduan resmi untuk menampung keluhan masyarakat.
“Kami punya tim khusus yang menangani komplain dengan cepat. Silakan hubungi hotline kami jika ada ketidakpuasan,” kata dr. Farida.
RSUD Blora juga akan mengevaluasi pelayanan internal dan memberikan sanksi jika ditemukan ketidakprofesionalan petugas. Namun, dr. Puji menekankan bahwa pasien dalam video tersebut memiliki riwayat perawatan panjang di rumah sakit lain sebelum dirujuk ke RSUD Blora.
“Kami berkomitmen meningkatkan layanan, tetapi juga meminta masyarakat menyampaikan kritik melalui saluran yang tepat,” pungkasnya.**Red