Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (3 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (3 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (3 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (4 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (18 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu)
INFODESA 06 September 2019, 07:00 WIB 968 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Safin, Smart City Tak Melulu Soal Teknologi

Penulis: Redaksi
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Safin, Smart City Tak Melulu Soal Teknologi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

PATI, INFODESANEWS – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) menegaskan bahwa smart city tidak melulu soal teknologi tinggi. Baginya, teknologi hanya bagian dari cara mewujudkan smart city.

“Intinya adalah memberdayakan seluruh komponen yang ada demi memudahkan pelayanan pada masyarakat,” ujarnya.

Hal itu ia sampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Penilaian Kematangan Quickwins dalam Keikutsertaan Conference & Expo Gerakan Menuju 100 Smartcity di Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pati, Kamis (5/9).

“Maka melalui rapat ini kami berupaya menyamakan persepsi seluruh OPD, instansi, dan teman-teman Kominfo mengenai bagaimana smart city itu. Smart city tidak mesti teknologi yang wow. Yang penting smart pelayanan, pengetahuan. Jangan sampai kita menggunakan teknologi yang terlalu tinggi, tetapi pelayanan kita secara administratif, regulasi, dan implementasi belum berjalan dengan baik” tegasnya.

Menurut Safin, masih banyak hal yang mesti dibenahi untuk mewujudkan Pati Smart City secara optimal. Terkait pembenahan ini, ia mengimbau segenap OPD untuk tidak terpaku pada budget.

“Memang budget kita tidak banyak. Sebab PAD kita juga tidak sebanyak beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, Jakarta, dan Surabaya. Tapi ini seharusnya bukan jadi halangan. Kita tidak meski berpikir bujet besar. Biaya kecil, hasilnya besar, itulah yang namanya smart,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid e-Government Diskominfo Pati Luky Pratugas, menegaskan bahwa kegiatan ini digelar guna mempersiapkan diri untuk mengikuti Expo dan Konferensi Smart City di BSD City Tangerang, 4-6 November 2019 mendatang.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Pati akan mengikutsertakan empat quickwins yang dinilai paling baik dan matang. Quickwin sendiri berarti program cepat capai.

“Artinya, program yang bisa diimplementasikan dalam waktu relatif singkat, antara satu hingga dua bulan. Beberapa quickwin yang ada di Pati antara lain Satrio Pasar (Disdagperin), Sipipa (Dislautkan), dan Pregnancy Tools (Puskesmas Cluwak)”, jelas Lucky.

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi