Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 10 Oktober 2017, 17:50 WIB 562 PDF

Salurkan Bantuan Korban Tabung Gas Meleduk, Kepala Dinsos Semarang Pesan Lurah Harus Sigap

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Salurkan Bantuan Korban Tabung Gas Meleduk, Kepala Dinsos Semarang Pesan Lurah Harus Sigap
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS | Kejadian yang menimpa pasangan suami-istri Surani (58 tahun) dan Endang Wasiati (46 tahun) agustus silam mendapat sorotan dari Dinas Sosial Kota Semarang. Kejadian yang menimpa warga Karangsawo Barat RT 7 RW 2 Kelurahan Bongsari Semarang. Tommi Y Said Kepala Dinas Sosial Semarang siang tadi (09/10/17) menjenguk korban di rumahnya. Bersama Juwariah Kasi Linjamsos (Perlindungan dan Jaminan Sosial), TPD (Tim Penjangkauan Dinsos) dan Tagana (Taruna Siaga Bencana) memberikan tali asih berupa paket sembaku (1 dus mie instan, 2 liter minyak goreng, 2 paket lauk pauk, 1 botol kecap, 2 bungkus biskuit, dan 10 kg beras), 2 buah selimut, dan 2 buah matras sebagai tali asih. Demikian ini diberikan karena korban sudah mendapatkan fasilitas KIS dan enggan menerima tawaran rawat inap maupun rawat jalan di RSUD Wongsonegoro Ketileng Semarang dengan fasilitas ambulan hebat untuk antar-jemput.

Kepada Lurah, RT dan RW Tommi berpesan agar setiap kejadian dapat secepatnya dilaporkan pada pemerintah agar secepatnya mendapat respon. Bila tidak dapat secara langsung bisa melalui Tim yang telah dibentuk oleh Dinas Sosial. “RT, RW dan Lurah harus siap dan sigap dalam mengatasi persoalan sosial di masyarakat” Pesan Tomi.

Kronologi bermula di sore hari -+18.00 WIB sepulang kerja (bangunan) Surani membantu istri mempersiapkan warung yang ada di pelataran rumah. Saat memasang tabung terdengar suara gas bocor. Mendengar tabung yang mendesis Surani bertindak cepat dengan mencopot selang elpigi dan memasukkan tabung ke dalam ember cucian yang berisi air. Meski berhasil mengganti silk karet dan tabung gas namun naas tak terhindar. Kondisi gas yang terlanjur menyebar memenuhi ruangan (warung) berakibat ledakan api (kebakaran gas meledak). Ledakan dan luapan api sesaat tersebut mengakibatkan Surani dan istrinya mengalami luka bakar serius.

Warga yang mengetahui hal tersebut segera membawa korban ke Rumah Sakit dengan fasilitas KIS (Kartu Indonesia Sehat). Sempat di rawat dalam waktu kurang lebih dua pekan keduanya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Akibat kejadian tersebut keduanya tidak dapat berjalan selama kurang lebih dua bulan lamanya.

Menurut pengakuan Surani obat luka bakar yang digunakan dengan cara oles yang diberikan tidak memberikan tanda-tanda kesembuhan. Untuk mempercepat proses kesembuhan keduanya memilih pengobatan alternatif dalam bentuk obat telan dengan harga yang susah dijangkau untuk ukuran keluarga tersebut.

Surani yang berprofesi sebagai pekerja bangunan memiliki 3 orang anak. Anak pertamanya laki-laki sudah berkeluarga dan tinggal di lain kelurahan terpaksa setiap hari harus kembali bersam istrinya untuk merawat Surani dan Endang. Anak keduanya seorang perempuan yang berusia 18 tahu sudah bekerja (berhenti sekolah sejak kelas 5 SD), dan anak ketiganya yang berusia 16 tahun baru kelas IX di SMP swasta yang dekat dengan rumahnya. Kejadian ini diketahui setelah ada postingan di sebuah Grup Facebook dan segera ditindaklanjuti oleh Tim Penjangkauan Dinsos. (Rif/yono)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi