Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (4 jam yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (7 jam yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (9 jam yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (11 jam yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (11 jam yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (11 jam yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (11 jam yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (1 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (1 hari yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu)
INFODESA 16 Mei 2018, 19:02 WIB 1,312 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Selama Empat Tahun Seorang Kakek Tinggal Digubuk Terbuat Dari Ranting Dan Sisa Barang Bekas

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Selama Empat Tahun Seorang Kakek Tinggal Digubuk Terbuat Dari Ranting Dan Sisa Barang Bekas
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

Lampung Selatan Infodesanews.com — Zakaria Umar seorang kakek asal Jember Jawa Timur sudah Empat Tahun terahir tinggal di Gubuk yang terbuat dari ranting dan sisa barang bekas di pelosok Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan.

Berdasarkan informasi yang di dapat Infodesanews.com, Zakaria Umar yang mempunyai masalah kejiwaan yang hidup sebatang Kara dan tinggal di areal perkebunan milik warga dengan kondisi yang tak layak.

Tak banyak hal yang dapat disampaikan oleh Kakek asal Jember Jawa Timur ini. “Dulunya saya kesini (Lampung) tahun 1980 untuk merantau. Saya sempat berjualan jam tangan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Totoharjo, Imam Bukhori, menjelaskan, Kakek Zakaria perlu mendapat perhatian dari Pemerintah setempat. Terutama mengenai kondisi kejiwaannya.

“Dulu saat pertama datang kesini pada tahun 1980 an masih muda dan enerjik. Beliau juga sempat punya rumah di wilayah Totoharjo atas,” kata Imam Kepada awak media, Kamis (16/5)

Imam menambahkan, sebelumnya pengurus Desa bersama dengan warga sekitar, sudah berupaya untuk memberikan tempat tinggal yang layak untuk Kakek Zakaria.

“Namun Sudah tiga kali kami buatkan gubuk, selalu berakhir seperti ini kondisinya, penuh dengan sampah,” ujar Imam lagi.

Beliau juga sempat diajukan untuk menerima bantuan dari Dinas Permukiman. Karena syarat untuk mendapatkan bantuan itu yakni harus memiliki lahan sendiri, jadi gagal,”pungkas Imam (SG)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi