BOYOLALI – INFODESANEWS.COM | Semangat kemerdekaan dan kreativitas siswa SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono semakin meriah dengan digelarnya Karnaval Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB tersebut diikuti seluruh siswa dan guru SD Muh PK Banyudono. Peserta berkumpul di Balai Desa Ngaru-ngaru, kemudian mengikuti pawai menuju Alun-alun Pengging sebagai titik akhir.

Dengan mengusung semangat kemerdekaan, para siswa tampil dalam beragam kostum kreatif. Setiap kelas diberi kebebasan menampilkan kreativitas melalui tema profesi impian, pahlawan nasional, pakaian adat, busana daur ulang, seragam, maupun kreasi khas masing-masing kelas.
Karnaval tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, percaya diri, menghargai keberagaman, serta mengekspresikan kreativitas dalam suasana penuh kegembiraan.
Ketua Panitia, Sannang, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan kepada siswa.
“Melalui karnaval ini kami ingin anak-anak menikmati suasana kemerdekaan sekaligus belajar tentang kebersamaan, kekompakan, kreativitas, dan keberanian tampil di depan masyarakat,” ungkapnya.
Sebelum peserta diberangkatkan, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, S.Si., MM, memberikan sambutan sekaligus melepas keberangkatan peserta karnaval.

Dalam sambutannya, Pujiono mengajak seluruh siswa menjadikan momentum HUT Kemerdekaan sebagai kesempatan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan dan mengisinya dengan kegiatan positif.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kemerdekaan harus diisi dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, memiliki karakter yang baik, serta berani berkarya dan berprestasi,” pesannya.
Sepanjang perjalanan, suasana karnaval berlangsung semarak. Para siswa membawa atribut merah putih, mengenakan kostum unik, serta menampilkan berbagai kreativitas kelas. Guru pun turut berpartisipasi dengan mengenakan pakaian adat maupun busana kreasi sesuai tema kelas masing-masing.
Kemeriahan semakin terasa karena kegiatan juga disertai penilaian kreativitas. Beberapa kategori yang diperebutkan antara lain Kostum Terunik, Kelas Terheboh dan Terkompak, serta Hasil Karya Kelas Terbaik. Penilaian dilakukan di depan Kantor Kecamatan Banyudono dan dilanjutkan di panggung utara Alun-alun Pengging, tempat setiap kelas mendapatkan kesempatan untuk tampil.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua dalam suasana perayaan kemerdekaan.
Salah seorang siswa kelas VI C, Dafa, mengaku sangat senang mengikuti karnaval tersebut. Menurutnya, kegiatan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena bisa berkumpul dan berkreasi bersama teman-teman.
“Senang sekali bisa ikut karnaval. Kami bisa memakai kostum, membawa bendera, dan berjalan bersama teman-teman. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Zahfran, siswa kelas VI C. Ia merasa bangga dapat ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan sekaligus menampilkan kreativitas bersama teman-teman satu kelas.
“Senang dan bangga bisa ikut merayakan kemerdekaan bersama teman-teman. Yang paling seru ketika semua kelas tampil dengan kostum dan kreasi masing-masing,” katanya.
Karnaval Kemerdekaan SD Muh PK Banyudono menjadi gambaran bahwa semangat nasionalisme dapat ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan yang edukatif, kreatif, dan menggembirakan.
Merdeka! Terus berkarya, terus berprestasi, dan menjadi calon pemimpin bangsa. (*/Puji/Redaksi Solo)