SOLO — INFODESANEWS | Sebagai langkah untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, sejumlah stasiun di Solo dan Yogyakarta menyediakan fasilitas dispenser air minum atau drinking water station yang bisa diakses gratis oleh penumpang.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan fasilitas ini bertujuan untuk memudahkan pelanggan mendapatkan akses air minum yang higienis sekaligus membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.
Dalam siaran pers Feni menjelaskan bahwa ini akses fasilitas ini sebagai wujud komitmen nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengurangan sampah plastik sekali pakai.
“PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyediakan fasilitas drinking water station yang dapat dimanfaatkan para penumpang di beberapa stasiun wilayah operasi kami,” ujar Feni dikutip melalui keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).
Ia menghimbau masyarakat yang hendak bepergian menggunakan kereta api kini cukup membawa tumbler atau botol minum pribadi. “Mereka dapat mengisi ulang air minum sepuasnya di titik-titik water station yang telah tersedia tanpa dipungut biaya,” katanya.
Ia melanjutkan fasilitas ini telah tersebar di berbagai stasiun strategis, baik untuk layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh maupun KA Lokal dan Commuterline.
Berikut daftar stasiun di wilayah Daop 6 yang telah dilengkapi drinking water station:
Stasiun KA Jarak Jauh: Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Purwosari, dan Stasiun Solo Jebres.
Stasiun KA Lokal Commuterline: Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, Stasiun Maguwo, Stasiun Klaten, dan Stasiun Palur.
Feni menambahkan langkah ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mewujudkan ekosistem transportasi yang berkelanjutan.
Menurutnya dengan mengurangi pembelian air mineral kemasan plastik saat di stasiun, potensi limbah plastik dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, Feni mengimbau agar pelanggan tetap waspada terhadap barang bawaan, termasuk botol minum pribadi, baik saat berada di stasiun maupun di atas kereta, karena keamanan barang merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang.
Melalui fasilitas yang mudah diakses dan higienis ini, ia mendorong seluruh pelanggan untuk bersama-sama menciptakan transportasi publik yang lebih hijau, minim sampah, dan berkelanjutan. (*/Redslo)