Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 22 September 2026, 10:26 WIB 178 PDF

Status GAK Turun ke Level II, BPBD Lamsel Ingatkan: Jangan Anggap Ancaman Berakhir

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Status GAK Turun ke Level II, BPBD Lamsel Ingatkan: Jangan Anggap Ancaman Berakhir
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda resmi diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Namun, perubahan status ini bukan berarti masyarakat bebas mendekati kawasan gunung api tersebut.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penurunan status mulai Senin (21/9/2026) pukul 18.30 WIB, setelah hasil pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik GAK mengalami kecenderungan penurunan hingga 20 September 2026.

Meski status turun satu tingkat, larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas GAK tetap berlaku.

Artinya, masyarakat, wisatawan maupun pendaki masih dilarang memasuki zona tersebut. Radius larangan memang menyempit dari sebelumnya 3 kilometer saat GAK berstatus Level III, tetapi bukan berarti kawasan sekitar gunung api sudah sepenuhnya aman.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi, menegaskan masyarakat tidak boleh salah memahami penurunan status tersebut.

“Kami tetap mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk berhati-hati serta mengikuti ketentuan dan arahan yang telah ditetapkan,” ujar Maturidi, Selasa (22/9/2026).

BPBD Lamsel terus melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di wilayah pesisir, nelayan maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Selat Sunda.

Status turun bukan berarti potensi bahaya otomatis hilang.
Badan Geologi masih memberikan batas aman yang wajib dipatuhi.

Masyarakat juga diminta tidak menjadikan penurunan status sebagai alasan untuk mengabaikan rekomendasi keselamatan.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Badan Geologi, kecenderungan penurunan aktivitas GAK antara lain diperkuat oleh data deformasi yang menunjukkan deflasi.

Pada 20 September 2026, tercatat satu kali gempa low frequency serta tremor menerus dengan amplitudo rata-rata sekitar 2 milimeter.

Namun catatan aktivitas sebelumnya menunjukkan bahwa GAK bukan gunung yang bisa dianggap remeh.

GAK berada pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026. Hingga 3 September 2026 tercatat 224 kali erupsi, disusul aktivitas erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026.

Karena itu, penurunan status lebih tepat dimaknai sebagai hasil evaluasi terhadap tren aktivitas saat ini, bukan sebagai jaminan bahwa potensi bahaya telah berakhir.

Masyarakat juga tetap diminta mewaspadai kemungkinan lontaran material vulkanik, batu pijar maupun hujan abu lebat dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.

BPBD Lampung Selatan mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi dari Badan Geologi dan BPBD serta mematuhi seluruh batas keselamatan yang masih berlaku.
GAK boleh berstatus Waspada, tetapi kewaspadaan masyarakat jangan ikut turun. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi