Jumat, 25 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (4 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (11 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (18 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (20 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (20 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (21 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (21 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 15 Juli 2026, 21:43 WIB 2,136 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tak Hanya Soal Debu, Keselamatan Pengguna Jalan di Proyek Sidomulyo Kini Jadi Sorotan

Penulis: Redaktur Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tak Hanya Soal Debu, Keselamatan Pengguna Jalan di Proyek Sidomulyo Kini Jadi Sorotan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Polemik proyek pembangunan jalan di Kecamatan Sidomulyo terus bergulir. Setelah sebelumnya warga mengeluhkan debu tebal akibat minimnya penyiraman jalan, kini muncul desakan agar aparat kepolisian turun tangan mengatur lalu lintas di lokasi proyek guna mencegah potensi kecelakaan.

Sorotan terbaru muncul melalui unggahan akun Facebook A Rianz. Dalam postingannya, akun tersebut meminta Polsek Sidomulyo segera memasang rambu peringatan di ruas jalan yang sedang diperbaiki, tepatnya di depan Lapangan Sidomulyo, agar kendaraan roda empat mengurangi kecepatan saat melintas.

Menurut unggahan tersebut, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi memicu kepulan debu pekat hingga menutup badan jalan dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan lainnya.

“Tolong dikasih rambu jalan rusak agar kendaraan roda empat berjalan pelan, tidak ngebut karena debu yang ditimbulkan sangat mengganggu. Pengendara roda dua di belakang sampai tidak bisa melihat jalan,” tulis akun A Rianz dalam unggahannya.

Unggahan itu juga menyebutkan adanya sebuah kendaraan yang melaju kencang hingga memunculkan kepulan debu tebal. Saat ditegur warga, pengemudi kendaraan tersebut disebut tidak mengindahkan teguran.

Keluhan terbaru ini memperkuat keresahan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan kepada INFODESANEWS. Warga mengaku debu proyek masuk ke rumah, warung, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski pihak rekanan telah melakukan penyiraman, warga menilai frekuensinya masih sangat minim.

“Sekarang memang ada penyiraman, tetapi hanya dua kali dalam sehari. Menurut kami itu masih belum cukup karena debu kembali beterbangan beberapa saat setelah jalan dilalui kendaraan. Akibatnya rumah, warung, dan badan jalan kembali dipenuhi debu,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap penyiraman dilakukan lebih intensif, terutama pada jam-jam sibuk dan saat cuaca terik, agar dampak debu terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Sorotan terhadap proyek tersebut juga datang dari Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Fraksi PAN, Agus Sartono.

Ia mengingatkan bahwa kontraktor tidak hanya berkewajiban mengejar target penyelesaian fisik, tetapi juga wajib bertanggung jawab mengendalikan dampak pekerjaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kontraktor jangan hanya sibuk mengejar progres pekerjaan, tetapi mengabaikan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Debu yang beterbangan setiap hari jelas dikeluhkan warga. Ini bukan persoalan sepele karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, dan para pengguna jalan,” tegas Agus Sartono.

Menurut Agus, pengendalian debu merupakan bagian dari kewajiban kontraktor selama proyek berlangsung.

“Kalau memang pekerjaan masih berjalan, lakukan penyiraman secara rutin dan tingkatkan intensitasnya. Jangan menunggu masyarakat terus mengeluh.

Rekanan harus menunjukkan tanggung jawabnya dalam meminimalkan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Agus juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, konsultan pengawas, serta pihak terkait meningkatkan pengawasan di lapangan.

“Pengawasan tidak boleh hanya sebatas administrasi. Harus dipastikan pekerjaan berjalan sesuai standar. Bila ada kewajiban yang belum dipenuhi, pemerintah harus segera memberikan teguran dan melakukan pembinaan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Kini, persoalan proyek jalan Sidomulyo dinilai tidak lagi sebatas mengganggu kenyamanan akibat debu, tetapi telah memasuki aspek keselamatan lalu lintas. Kepulan debu yang menutupi pandangan pengguna jalan, ditambah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi di area proyek, dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.

Masyarakat berharap kontraktor segera meningkatkan frekuensi penyiraman, sementara aparat kepolisian bersama instansi terkait diminta memasang rambu peringatan, melakukan pengaturan lalu lintas, serta menindak kendaraan yang melaju ugal-ugalan di kawasan proyek.

“Jangan sampai proyek yang bertujuan meningkatkan infrastruktur justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat akibat lemahnya pengendalian debu dan pengawasan di lapangan,” harap warga. (Red)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi