Kamis, 24 September 2026
INFODESA 11 Agustus 2026, 19:55 WIB 1,593 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Taman Tegas di Pembahasan KUPA-PPAS: Pangkas yang Tak Penting, Prioritaskan yang Mendesak

Jurnalis / Kontributor: Redaktur Lampung
Jumlah Tayang: 1,593 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Taman Tegas di Pembahasan KUPA-PPAS: Pangkas yang Tak Penting, Prioritaskan yang Mendesak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026 di tingkat komisi mulai mengerucut pada persoalan efisiensi dan skala prioritas.

Dalam pembahasan yang berlangsung, Selasa (11/8/2026), Ketua Komisi IV DPRD Lampung Selatan, Taman, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih rasional dalam menyusun kebutuhan anggaran.

Taman menegaskan, perubahan APBD bukan momentum untuk mempertahankan seluruh program yang telah direncanakan. Sebaliknya, setiap mata anggaran harus kembali diuji berdasarkan urgensi, efektivitas dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Dalam perubahan anggaran harus memperhatikan yang sifatnya urgent, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Taman.

Ia secara khusus meminta OPD melakukan pemangkasan anggaran semaksimal mungkin, terutama terhadap belanja yang tidak mendesak dan kegiatan yang manfaatnya tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurut Taman, anggaran untuk kegiatan seremonial maupun belanja yang masih dapat ditunda harus menjadi bagian dari evaluasi. Ruang fiskal yang berhasil dihemat selanjutnya dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih prioritas.

“Semua OPD dapat memangkas anggaran semaksimal mungkin. Kita lihat mana yang memang prioritas dan mana yang masih bisa ditunda,” ujarnya.

Bagi Komisi IV, pembahasan RKA bukan sekadar mencocokkan angka antara usulan OPD dengan kemampuan keuangan daerah. Lebih jauh, pembahasan tersebut menjadi ruang untuk memastikan setiap rupiah APBD memiliki manfaat yang jelas.

Taman mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terjebak pada pola “yang penting terserap”. Menurutnya, ukuran keberhasilan anggaran seharusnya bukan hanya tingginya realisasi belanja, tetapi sejauh mana belanja tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Jangan sampai anggaran digunakan untuk kegiatan yang tidak terlalu urgent, sementara kebutuhan masyarakat yang mendesak justru belum terpenuhi,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta OPD membuka kembali seluruh usulan belanja dalam pembahasan perubahan APBD 2026. Program yang tidak mendesak, tidak efektif atau masih memungkinkan ditunda harus berani dikurangi.

Sebaliknya, kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan masyarakat harus mendapat perhatian lebih besar.

Pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 di tingkat komisi pun menjadi salah satu tahapan penting untuk menguji kembali mana anggaran yang benar-benar menjadi kebutuhan rakyat dan mana yang hanya sekadar rutinitas birokrasi.

Pesan Komisi IV jelas: di tengah keterbatasan anggaran, jangan prioritaskan seremoni ketika kebutuhan masyarakat masih menunggu. (Red)

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung

Redaktur Lampung

Redaktur Wilayah Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi