Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 Agustus 2026, 19:55 WIB 1,697 PDF

Taman Tegas di Pembahasan KUPA-PPAS: Pangkas yang Tak Penting, Prioritaskan yang Mendesak

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Taman Tegas di Pembahasan KUPA-PPAS: Pangkas yang Tak Penting, Prioritaskan yang Mendesak
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Lampung Selatan Tahun Anggaran 2026 di tingkat komisi mulai mengerucut pada persoalan efisiensi dan skala prioritas.

Dalam pembahasan yang berlangsung, Selasa (11/8/2026), Ketua Komisi IV DPRD Lampung Selatan, Taman, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih rasional dalam menyusun kebutuhan anggaran.

Taman menegaskan, perubahan APBD bukan momentum untuk mempertahankan seluruh program yang telah direncanakan. Sebaliknya, setiap mata anggaran harus kembali diuji berdasarkan urgensi, efektivitas dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Dalam perubahan anggaran harus memperhatikan yang sifatnya urgent, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Taman.

Ia secara khusus meminta OPD melakukan pemangkasan anggaran semaksimal mungkin, terutama terhadap belanja yang tidak mendesak dan kegiatan yang manfaatnya tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Menurut Taman, anggaran untuk kegiatan seremonial maupun belanja yang masih dapat ditunda harus menjadi bagian dari evaluasi. Ruang fiskal yang berhasil dihemat selanjutnya dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih prioritas.

“Semua OPD dapat memangkas anggaran semaksimal mungkin. Kita lihat mana yang memang prioritas dan mana yang masih bisa ditunda,” ujarnya.

Bagi Komisi IV, pembahasan RKA bukan sekadar mencocokkan angka antara usulan OPD dengan kemampuan keuangan daerah. Lebih jauh, pembahasan tersebut menjadi ruang untuk memastikan setiap rupiah APBD memiliki manfaat yang jelas.

Taman mengingatkan agar pemerintah daerah tidak terjebak pada pola “yang penting terserap”. Menurutnya, ukuran keberhasilan anggaran seharusnya bukan hanya tingginya realisasi belanja, tetapi sejauh mana belanja tersebut mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Jangan sampai anggaran digunakan untuk kegiatan yang tidak terlalu urgent, sementara kebutuhan masyarakat yang mendesak justru belum terpenuhi,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta OPD membuka kembali seluruh usulan belanja dalam pembahasan perubahan APBD 2026. Program yang tidak mendesak, tidak efektif atau masih memungkinkan ditunda harus berani dikurangi.

Sebaliknya, kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan masyarakat harus mendapat perhatian lebih besar.

Pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 di tingkat komisi pun menjadi salah satu tahapan penting untuk menguji kembali mana anggaran yang benar-benar menjadi kebutuhan rakyat dan mana yang hanya sekadar rutinitas birokrasi.

Pesan Komisi IV jelas: di tengah keterbatasan anggaran, jangan prioritaskan seremoni ketika kebutuhan masyarakat masih menunggu. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi