Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (9 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (15 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (23 jam yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
INFODESA 28 Agustus 2019, 19:54 WIB 403 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Tim Penggerak PKK Luwu Timur Sosialisasi Pencegahan Stunting

Penulis: Kabiro Luwu
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tim Penggerak PKK Luwu Timur Sosialisasi Pencegahan Stunting
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

LUWU TIMUR, INFODESANEWS – Tim penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur terus berupaya mencegah terjadinya stunting atau kurang gizi dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat, dengan menggandeng OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Kawata Kecamatan Wasuponda, Rabu (28/08/) yang dihadiri berbagai elemen masyarakat baik kader PKK, pendamping desa dan beberapa tokoh masyarakat.

Ketua TP PKK Luwu Timur, Puspawati mengatakan meskipun wilayah Luwu Timur bukan masuk daerah yang rawan stunting, namun harus disosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting, karena kegiatab ini merupakan program Nasional Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Oleh karena itu pencegahan stunting ini bisa dikurangi dengan semakin banyaknya sosialisasi dimasyarakat. Termasuk bisa juga di sinergikan dengan program Bina Keluarga Balita atau BKB.

“Saya berharap sosialisasi ini dapat memberikan pencerahan dan solusi dalam mencegah dan menanggulangi stunting. PKK sebagai salah satu ujung tombak yang langsung berhubungan dengan masyarakat, harus aktif berperan mencegah stunting” harapnya.

Kepala Desa Kawasan Baharuddin mengatakan sosialisasi ini penting sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya. Oleh karena itu dia berharap agar peserta rembuk stunting yang hadir pada pertemuan ini dapat memahami dengan baik apa itu stunting dan bisa di sosialisasikan lebih lanjut ke masyarakat. (yul)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu

Kabiro Luwu

Kepala Biro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi