LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Menjelang ibadah puasa Ramadlan 1447 Hijriah, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan, Dwi Riyanto, melakukan kegiatan yang sarat nilai edukatif dan keagamaan.
Legislator yang dikenal dekat dengan masyarakat ini membagikan buku ke sejumlah masjid dan mushola di daerah pemilihannya.
Anggota dewan yang kerap dijuluki konco yasinan tersebut melakukan blusukan ke masjid dan mushola untuk menambah koleksi perpustakaan rumah ibadah, khususnya yang telah menyediakan etalase kitab bacaan keislaman.
Buku yang dibagikan merupakan karya yang ditulis Dwi Riyanto bersama rekan-rekannya berjudul “Aktualisasi Islam Menjawab Problematika Umat” serta buku saku “Doa Ringkas Haji dan Umrah”. Untuk setiap masjid dan mushola, disalurkan masing-masing lima eksemplar buku Aktualisasi Islam Menjawab Problematika Umat yang diterbitkan oleh Pustaka Peradaban, serta sepuluh eksemplar buku saku doa.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Lampung Selatan VI yang meliputi Kecamatan Tanjung Bintang, Merbau Mataram, dan Tanjung Sari ini menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan memperkaya khazanah literasi umat Islam, khususnya di wilayah pedesaan.
Ia menuturkan, buku yang ditulis saat masa pandemi Covid-19 itu sebelumnya juga pernah menjadi bahan utama dalam kegiatan bedah buku bersama kalangan Remaja Islam Masjid (RISMA) di daerah pemilihannya.
Selain membagikan buku, kegiatan blusukan jelang Ramadlan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi dengan para takmir masjid dan pengurus mushola.
Dwi Riyanto juga menyampaikan, Ramadlan merupakan momentum terbaik untuk menumbuhkan kembali tradisi membaca dan belajar di tengah umat.
Menurutnya, masjid dan mushola tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan pengetahuan. “Selain tadarus Al-Qur’an yang rutin dilakukan, saya berharap umat juga meluangkan waktu membaca buku-buku keislaman agar pemahaman ibadah semakin utuh dan bernilai,”kata dia pada infodesanews.com, Selasa (17/2/2026)
Dwi Riyanto berharap, di samping tradisi tadarus Al-Qur’an yang telah mengakar kuat selama bulan suci Ramadlan, budaya literasi melalui membaca buku-buku referensi keagamaan dan peribadatan juga semakin tumbuh di tengah masyarakat. (red)