Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 30 Juli 2026, 14:25 WIB 483 PDF

Tuntutan 6 Bulan Penjara untuk Tiga Terdakwa Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Tuai Protes Masyarakat

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tuntutan 6 Bulan Penjara untuk Tiga Terdakwa Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Tuai Protes Masyarakat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap tiga terdakwa kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, akhirnya diputuskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Blora dengan tuntutan masing-masing 6 bulan penjara. Putusan ini langsung menuai beragam tanggapan dari masyarakat setempat yang menilai hukuman tersebut terlalu ringan, mengingat insiden tersebut menewaskan 5 orang korban.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Blora, Hendi Budi Fidrianto, S.H., menjelaskan bahwa dalam persidangan, hakim mempertimbangkan sejumlah hal memberatkan dan meringankan sebelum menjatuhkan vonis.

Hal-hal yang memberatkan antara lain perbuatan terdakwa mengakibatkan 5 orang korban meninggal dunia dan perbuatan mereka yang meresahkan masyarakat. Sementara itu, hal-hal yang meringankan adalah para terdakwa belum pernah dihukum, telah memberikan santunan kepada keluarga korban, menyadari kejadian sebagai musibah, serta telah terjadi perdamaian dengan keluarga korban yang dibuktikan dengan surat kesepakatan.

Ketika ditanya mengenai kesetaraan vonis dengan kasus pencurian ayam yang kerap mendapat hukuman serupa, pihak kejaksaan menegaskan bahwa putusan didasarkan pada fakta-fakta persidangan dan pertimbangan hukum yang ada.

“Kami dalam menyusun putusan berdasarkan dakwaan dan keterangan saksi-saksi yang terbukti di persidangan,” ujar Hendi, Kamis (30/7/2026).

Terkait masa tahanan, pihak kejaksaan menyatakan akan melakukan eksekusi sesuai putusan dan menyerahkan perhitungan pengurangan masa tahanan kepada pihak rutan. Kejaksaan juga menegaskan profesionalitas dalam penanganan perkara dan menyatakan tidak pernah bertemu dengan terdakwa di luar persidangan.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi