LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS-Rangkaian Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2027 resmi berakhir.Jumat.13/2/2026)
Pada Musrenbang RKPD Kecamatan Jati Agung, UPTD Puskeswan Kecamatan Jati Agung dibawah kepemimpinan Sujatmiko.SE,turut ambil bagian dengan beraneka ragam program unggulan seperti,
Pemeriksaan Kesehatan pada hewan secara geratis serta suntik Vaksinasi rabies secara geratis.
Sujatmiko. SE, selaku Kepala UPTD Puskeswan Jati Agung saat dikonfirmasi di gelaran acara Musrenbang RKPD di kecamatan Jati Agung, mengatakan bahwa pada hari ini UPTD Piskeswan Jati Agung Lakukan pelayanan geratis kepada warga masyarakat yang memiliki hewan peliharaan khususnya hewan penular rabies (HPR) seperti hewan anjing, kucing dan kera.
Tidak hanya di acara Musrenbang saja, Puskeswan Jati Agung terus melakukan penyuluhan serta suntik vaksinasi rabies kepada warrga masyarakat dikecamatan Jati Agung setiap harinya secara geratis.
Selain memberikan suntik vaksinasi rabies kepada hewan peliharaan secara geratis,pada kesempatan di Musrenbang hari ini, UPTD Puskeswan Jati Agung laksanakan bazar murah dengan item penjualan telur dengan harga di bawah pasar yaitu Rp. 26000 (Dua Puluh Enam Ribu) dalam 1 kilonya. Tutup Sujatmiko.
Kecamatan Jati Agung menjadi titik pamungkas forum perencanaan tahunan yang berfungsi menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.
Musrenbang ke-17 tersebut digelar di Balai Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung dan dibuka Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.
Dalam sambutannya, ia menegaskan arah pengembangan Kecamatan Jati Agung sebagai wilayah perdesaan strategis yang tetap mempertahankan basis pertanian, namun diperkuat dengan sektor pariwisata berbasis potensi desa.
Menurutnya, konsep pembangunan yang diusung menitikberatkan pada agrowisata dan experience based tourism. Model ini mengintegrasikan aktivitas pertanian aktif, proses budidaya masyarakat, serta dinamika sosial ekonomi desa sebagai daya tarik wisata berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat secara inklusif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
“Integrasi sektor pertanian, pariwisata berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi landasan utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jati Agung secara inklusif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang,” kata Wabup Syaiful.(Ronald)