Jumat, 25 September 2026
TERKINI
• Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (10 jam yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (17 jam yang lalu) • Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (1 hari yang lalu) • Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (1 hari yang lalu) • Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (1 hari yang lalu) • Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (1 hari yang lalu) • DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (1 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (2 hari yang lalu) • Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
KHAZANAH 28 Januari 2023, 03:34 WIB 1,971 kali dibaca ~2 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Marah, Kecam Keras Pembakaran Al Quran di Swedia !

Penulis: admin
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Marah, Kecam Keras Pembakaran Al Quran di Swedia !
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Ratusan Umat Islam di Solo menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Gladak, Kota Solo, mengecam pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Rasmus Paludan di Swedia.

Exif_JPEG_420

Dalam aksi tersebut, tampak Ustadz Abu Bakar Ba’asyir turut serta mengikuti serangkaian aksi unjuk rasa tersebut. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga sempat berorasi mengecam perbuatan Rasmus Paludan.

“Pada hari ini, kita datang ke sini untuk membela kitab suci Allah yang dilecehkan oleh orang-orang kafir,” kata Ba’asyir saat orasi, pada Jumat (27/1/2023).

Demonstrasi yang diikuti ratusan massa ormas Islam di Solo itu dikoordinasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Selain berorasi, massa juga membentangkan sejumlah spanduk.

Salah satu pengurus DSKS, Endro Sudarsono mengatakan ada lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi demo itu.

Exif_JPEG_420

“Pembakaran Al-Qur’an tersebut sebagai bentuk Islamofobia akut, dan kejadian tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” kata Endro.

Berikut lima tuntutan massa dalam aksi tersebut:

  1. Mengutuk keras perbuatan Rasmus Paludan yang telah membakar Al-Qur’an di Swedia.
  2. Mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama. 
  1. Meminta PBB ikut peduli dan bertindak nyata terhadap Pemerintah Swedia. Resolusi PBB 15 Maret 2022 telah menegaskan dunia harus bertempur melawan Islamofobia.
  1. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memanggil Duta Besar Swedia dan menyampaikan kecaman atas terjadinya pembakaran Al-Qur’an. Bila perlu memulangkan Duta Besar Swedia untuk Indonesia ke negara asalnya serta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara Swedia.
  1. Mengajak seluruh masyarakat internasional khususnya muslimin di dunia untuk memboikot produk negara Swedia. (*/rf/red slo)

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Admin Utama

Admin Utama

Administrator Utama

Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Portal Berita INFODESANEWS.

Redaksi Wilayah • Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi