Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Februari 2026, 00:31 WIB 616 PDF

Wabup Banyumas Lintarti Buka Training of Trainers Penyuluh Agama Islam se Jateng dan DIY bersama OJK

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wabup Banyumas Lintarti Buka Training of Trainers Penyuluh Agama Islam se Jateng dan DIY bersama OJK
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

BANYUMAS, INFODESANEWS | Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, didampingi Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady, menghadiri kegiatan Training of Trainers Penyuluh Agama Islam se Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar pada Rabu (18/02/2026) di Aula Kantor Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Haramain menyampaikan bahwa OJK secara resmi memulai rangkaian kegiatan gerak syariah Tahun 2026 sebagai upaya masif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Kegiatan yang digelar secara hibrida di wilayah Jawa Tengah dan DIY ini menekankan peran strategis penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat.

Meski perkembangan perbankan syariah nasional menunjukkan tren positif dengan masuknya sejumlah bank syariah dalam jajaran 10 besar bank nasional serta konversi beberapa Bank Pembangunan Daerah menjadi bank syariah, tantangan besar masih membayangi.

Berdasarkan hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan tahun lalu, tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah baru mencapai 45 persen.

“Angka ini masih tertinggal jauh dibandingkan indeks literasi keuangan umum yang telah mencapai 60 persen,” ujar Haramain.

Lebih memprihatinkan, indeks inklusi atau tingkat penggunaan produk keuangan syariah masih berada di kisaran belasan persen, berbanding terbalik dengan inklusi keuangan umum yang telah menyentuh angka 80 persen.

Dengan hal ini, OJK mengajak para penyuluh agama untuk aktif menyisipkan edukasi keuangan syariah dalam kegiatan dakwah mereka.

“OJK tidak bisa bergerak sendirian. Kami membutuhkan bantuan Bapak dan Ibu semua sebagai tokoh yang bertemu langsung dengan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah,” pungkas Haramain.

Langkah ini dinilai krusial untuk meminimalisir maraknya kasus penipuan keuangan dan praktik scam yang kerap terjadi akibat rendahnya pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

Program Gerak Syariah 2026 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan kompetisi, di antaranya:
* Lomba Kultum Keuangan Syariah
* Lomba Reels Instagram
* Lomba Seni Hadroh
* Pemilihan Penyuluh Agama Terbaik bagi penyuluh yang paling aktif melakukan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat

Sepanjang tahun 2025, OJK mencatat telah melaksanakan sekitar 115 kegiatan edukasi. Dengan melibatkan penyuluh agama dan berbagai komunitas di tahun 2026, diharapkan jangkauan edukasi dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Banyumas Lintarti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan layanan keuangan digital yang kian pesat membawa kemudahan sekaligus risiko nyata bagi masyarakat.

“Meskipun teknologi mempermudah akses perbankan dan pendidikan, masyarakat kini dihadapkan pada risiko terjebak dalam pinjaman ilegal serta edukasi keuangan yang menyesatkan,” ujar Lintarti.

Lintarti menegaskan bahwa edukasi tata kelola keuangan sangat krusial, terutama dalam membantu keluarga mengatur skala prioritas serta menghindari gaya hidup konsumtif yang tidak diperlukan.

“Penyuluh agama memiliki peran sentral sebagai sosok yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Pesan-pesan yang disampaikan para penyuluh memiliki pengaruh besar dalam membentuk perilaku ekonomi warga. Diharapkan para penyuluh agama di wilayah Jawa Tengah dapat:
* Memberikan penjelasan mengenai keuangan syariah dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.
* Meningkatkan literasi agar masyarakat lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan.
* Memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sehingga lebih siap menghadapi berbagai kebutuhan hidup.

Kerja sama antara Pemerintah Daerah, OJK dan penyuluh agama dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke pelosok desa.

“Dengan berjalan bersama, literasi keuangan diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi fondasi kekuatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Lintarti.**Red.

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi