Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 17 September 2026, 14:22 WIB 2,351 PDF

Wacana 9 Desa Jati Agung Gabung Bandar Lampung, Slamet Nuriman Minta Jangan Tergesa-gesa

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wacana 9 Desa Jati Agung Gabung Bandar Lampung, Slamet Nuriman Minta Jangan Tergesa-gesa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Rencana penyesuaian batas wilayah yang membuka peluang sembilan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, masuk ke wilayah administrasi Kota Bandar Lampung kembali menjadi perhatian.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi NasDem Dapil Jati Agung, Slamet Nuriman, menyampaikan bahwa perubahan wilayah administrasi bukan persoalan sederhana.

Menurutnya, kepentingan dan masa depan masyarakat di sembilan desa tersebut harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan pembahasan.

“Yang paling penting jangan sampai masyarakat hanya menjadi objek dari sebuah kebijakan. Aspirasi masyarakat harus benar-benar didengar dan dipertimbangkan,” ujar Slamet.

Sembilan desa yang selama ini masuk dalam pembahasan tersebut yakni Purwotani, Margorejo, Sinar Rezeki, Margo Mulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, Banjaragung, dan Sumber Jaya. Wacana penyesuaian wilayah ini telah melalui sejumlah pembahasan lintas pemerintahan dan kajian.

Slamet menilai, sebelum keputusan final diambil, pemerintah perlu membuka informasi secara transparan kepada masyarakat mengenai konsekuensi perubahan wilayah tersebut.

Menurutnya, bukan hanya persoalan batas administrasi yang harus dihitung, tetapi juga menyangkut pelayanan publik, pemerintahan desa, pembangunan, infrastruktur, kependudukan, perekonomian, hingga keberlanjutan program yang selama ini diterima masyarakat.

“Jangan hanya melihat dari sisi administrasi wilayah. Kita harus melihat apa dampaknya bagi masyarakat. Apakah pelayanan akan semakin baik, pembangunan semakin cepat, dan kepentingan masyarakat semakin terakomodasi,” kata dia pada infodesanews.com, Kamis (17/9/2026)

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan DPRD Kabupaten Lampung Selatan dalam proses tersebut. Terlebih, perubahan wilayah menyangkut wilayah administrasi daerah dan membutuhkan proses serta persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Pemprov Lampung menyatakan bahwa proses penyesuaian wilayah masih membutuhkan kajian akademis atau studi kelayakan, termasuk pemetaan dan kajian terhadap dampak sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan.

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan pembahasan penyesuaian batas wilayah terus berjalan. Dalam FGD pada September 2026, Pemprov Lampung bersama pihak terkait membahas delineasi sembilan desa dari Lampung Selatan ke dalam kerangka wilayah Kota Bandar Lampung.

Bagi Slamet, proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan terbuka.
“Kalau memang tujuannya untuk kepentingan masyarakat, tentu harus dibuktikan melalui kajian yang jelas. Masyarakat juga harus mengetahui apa manfaat dan konsekuensinya,” tegasnya.

Ia meminta seluruh pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh tahapan selesai, termasuk kajian, pembahasan antarpemerintah daerah, serta mekanisme persetujuan sesuai regulasi.

“Yang kita jaga adalah kepentingan masyarakat Jati Agung. Jangan sampai perubahan administrasi justru menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” pungkas Slamet.
(Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi