Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Februari 2026, 11:16 WIB 573 PDF

Wartawan Gadungan Diciduk Satresmob Polres Torut, Dihukum 4 Tahun Kurungan

Kabiro Luwu
Oleh: Kabiro Luwu • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Wartawan Gadungan Diciduk Satresmob Polres Torut, Dihukum 4 Tahun Kurungan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS – Paulus Niel yang mengaku sebagai wartawan dibekuk Polisi Polres Toraja Utara (Torut) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin malam (16/2/2026) pukul 23.00 WITA di Kanuruan Lembang (Desa) Nonongan, Kecamatan Sopai, Toraja Utara.

Saat ditelusuri polisi ternyata terduga penipuan melakukan tindak pidana dengan modus membeli kerbau untuk acara adat Rambu Solo’ dan tidak melakukan pembayaran sesuai janjiada keluarganya dan bukan wartawan sesungguhnya alias wartawan gadungan.

Lelaki tersebut yang mengaku wartawan yakni, Paulus Niel R Pea’assa (33) itu adalah warga dari Sillanan Tana Toraja (Tator)

Pelaku tegahnya menipu keluarga sendiri hingga puluhan juta rupiah. Sehingga modus ini membuat warga dan polisi geleng-geleng kepala.

Tak hanya itu Paulus Niel juga kerap mengaku wartawan dan menyasar pejabat baik itu kepala lembang, kepala sekolah bahkan keluarga sendiri jadi sasarannya. Dan modusnya beli kerbau fiktif, hingga catut nama petinggi instansi untuk meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

Dia juga pernah diamankan Polisi pada Maret 2023 atas laporan dari BNNK karena mencoba memeras keluarga tersangka narkoba sebesar Rp17 juta. Dqn qkan meloloskan tersangka dari hukuman. Sehingga kasua tersebut berakhir damai tanpa penahanan.

Pelaku juga dikenal sering mengancam para kepala desa, kepala sekolah dan ASN di Toraja. Ia mengancam dan memeras akan memviralkan melalui unggahan media sosial jika keinginannya tifak terpenuhi dan menimbuljan keresahan di masyarakat.

IPTU Ruxon, SH, Kasat Reskrim Polres Torut menjelaskan bahwa, pelaku melakukan penipuan terhadap keluarganya sendiri yakni, Sale Pareang (31) dan Paskah Pareang (28) dengan total kerugian Rp70 juta.

Pada Kamis 5 Januari 2026 kedua korban melaporkan kasus tersebut ke Polres Torut, setelah pelaku tidak memenuhi janji pembayaran kerbau yang diambilnya.

Sementara Bripka Simbara Buntu Lipa, pimpinan Tim Resmob saat penangkapan terduga bahwa, pelaku menyepakati pembelian dua kerbau yakni, yang satu kerbau herganya Rp30 juta yang satu Rp40 juta, namun hingga batas perjanjian tidak ada pembayaran dan Paulus Niel sulit dihubungi,” sebutnya.

Hasil interogasi terduga yang ngaku juga wartawan (gadungan) mengakui perbuatannya untuk dipotong diacara adat Rambu Solo’ di Sillanan Tator.

Untuk diketahui bahwa, Paulus Niel sosok yang kerap meresahkan di wilayah Toraja karena memeras Kepala Lembang (Desa), para Kepala Sekolah dan di instansi. Dia menggunakan identitas wartawan gadungan intuk menekan pejabat publik.

Sekarang sudah berada dikurungan Mapolres Torut guna pemeriksaan lebih lanjut.

Dan ancaman hukuman pelaku diduga melanggar pasal 492 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penipuan dengan ancaman kurungan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda hingga Rp500 juta.**Yustus

Oleh: Kabiro Luwu

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Luwu

Kabiro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi