BLORA, INFODESANEWS – Kebakaran sumur minyak rakyat di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, yang menelan korban jiwa beberapa waktu lalu, mendorong langkah serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Tragedi ini dinilai memperlihatkan kerapuhan tata kelola keselamatan dan aspek lingkungan pada operasi sumur minyak rakyat.
Menanggapi peristiwa tersebut, Yuyus Waluyo, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Blora, menegaskan perlunya langkah tegas dan pengawalan serius dari semua pemangku kepentingan. Komisi B yang membidangi pemerintahan dan ekonomi, berkomitmen untuk mengawal agar pengelolaan sumur minyak rakyat memenuhi standar keselamatan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, khususnya Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
“Tragedi di Gandu adalah peringatan keras bagi kita semua. Tata kelola sumur minyak rakyat tidak boleh lagi dilakukan secara sembarangan,” tegas Yuyus, yang juga merupakan Koordinator Bidang Politik dan Pemerintahan Front Blora Selatan (FBS), dalam keterangan persnya, Selasa (25/6/2024).
Yuyus menyatakan bahwa DPRD memiliki kewajiban moral untuk mendesak pihak eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Daerah, agar lebih proaktif dan tidak menunggu musibah terjadi untuk bertindak. Ia mendorong pemerintah bersama instansi terkait untuk melakukan pembinaan, pendataan, dan pengawasan yang berkelanjutan.
“Eksekutif harus berani menutup aktivitas ilegal, sekaligus memberi solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja dengan cara yang selamat dan legal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuyus mengungkapkan bahwa Komisi B DPRD Blora telah mengagendakan pembahasan khusus untuk menindaklanjuti insiden kebakaran ini. Rencananya, pihaknya akan mengundang perwakilan dari Pertamina, aparat penegak hukum, dan masyarakat pengelola sumur minyak untuk mencari solusi komprehensif.
“Kita tidak bisa menutup mata. Solusinya bukan sekadar penutupan, melainkan bagaimana menghadirkan tata kelola yang benar, sesuai aturan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Yuyus menekankan bahwa DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasannya untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia berharap Blora dapat menjadi contoh dalam mengelola sumur minyak rakyat secara aman dan berkelanjutan.
“Kami ingin energi rakyat ini tetap bisa menghidupi, bukan mematikan,” pungkasnya.*Red