Rabu, 4 November 2026
TERKINI
• 2.872 Unit RTLH di Kabupaten Blora Tersebar dari Berbagai Sumber Pendanaan (55 menit yang lalu) • Bupati Egi Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Infrastruktur, Harus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan (1 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Materi, Dwi Riyanto Hadiahkan Buku untuk Kader HMI dari Berbagai Daerah (1 jam yang lalu) • MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa (3 jam yang lalu) • Puting Beliung Robohkan Puluhan Rumah di Desa Cintamulya Kec Candipuro (3 jam yang lalu) • RKA Dishub Tak Sinkron dengan RAPBD 2027, Jenggis Soroti Selisih Target Retribusi Parkir, Kadis Janji Perbaiki (3 jam yang lalu) • Bukan Sekadar Penghargaan, Lampung Selatan Dituntut Konsisten Perkuat Penanganan AIDS, TBC dan Malaria (5 jam yang lalu) • INSPIRATIF, Bacalon Kades Gentan H. Moch Samrodin Siapkan Tiga Program Unggulan Kemajuan Desa (12 jam yang lalu) • Hari Kedua Bedah APBD 2027, PAD Rp440 Miliar Jadi Perhatian Banggar DPRD Diminta Kawal Setiap Rupiah Uang Rakyat. (23 jam yang lalu) • Hadiri Latkader Bela Negara 2026, Kasrem 091/ASN Ajak Tokoh Masyarakat Kaltim Jadi Agen Perubahan (23 jam yang lalu)
NASIONAL Blora 04 November 2026, 17:02 WIB 24 PDF

2.872 Unit RTLH di Kabupaten Blora Tersebar dari Berbagai Sumber Pendanaan

Sahid Simon
Oleh: Sahid Simon • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

2.872 Unit RTLH di Kabupaten Blora Tersebar dari Berbagai Sumber Pendanaan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sahid Simon

BLORA, INFODESANEWS — Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Blora mencatat capaian signifikan sepanjang awal tahun 2026 hingga awal Oktober. Total bantuan yang tersalurkan dari berbagai sumber pendanaan mencapai 2.872 unit.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Puji Ariyanto merinci, bantuan terbesar berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang kini berganti nama menjadi Bedah Rumah, yakni 2.560 unit.

Program ini tersebar di 16 kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Ngawen (764 unit) dan paling sedikit di Kecamatan Begorjo (11 unit).

"Sumber pendanaan lainnya berasal dari APBD Kabupaten sebanyak 27 unit—15 unit di anggaran murni dan 12 unit di perubahan—kemudian BANPROF 201 unit, Baznas Kabupaten 45 unit, Baznas Provinsi 23 unit, serta Dana Desa 16 unit," jelasnya, Rabu (4/11/2026).

Lanjutnya, untuk program BSPS/Bedah Rumah tahun 2027, pemerintah telah melakukan sosialisasi di seluruh kecamatan. Syarat utama penerima adalah berada di desil 1–4 sesuai Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 6 Tahun 2026, tidak berada di kawasan LP2B dan LSD, serta rumah mengalami kerusakan struktur. Verifikasi dan validasi lapangan akan dilakukan oleh 85 Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang tersebar di seluruh Kabupaten Blora.

Anggaran bedah rumah tahun ini sebesar Rp20 juta per unit, terdiri dari Rp2,5 juta untuk ongkos tukang dan Rp17,5 juta untuk material.

Pada 2027 direncanakan naik menjadi Rp23 juta (Rp3 juta ongkos tukang dan Rp20 juta material), sehingga kuota nasional turun dari 400 ribu menjadi sekitar 350 ribu unit. Penerima juga wajib memiliki tanah hak milik atau surat keterangan hibah yang sah, tanah desa tidak diperbolehkan.

Meski capaian sudah cukup besar, masih terdapat sekitar 53 ribu RTLH di Kabupaten Blora yang belum tertangani dan perlu ditindaklanjuti, sejalan dengan program 3 juta rumah dari pemerintah pusat.**Red

Oleh: Sahid Simon Editor: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Blora #infodesanews #kabarindonesia
Sahid Simon
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

Sahid Simon

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi