Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
OPINI 06 Agustus 2026, 19:23 WIB 2,326 PDF

Jamal:Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat,Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

Korwil Lampung
Oleh: Korwil Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jamal:Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat,Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Korwil Lampung

BANDARLAMPUNG,INFODESANEWS-Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, sektor kesehatan dituntut untuk terus berbenah. Pelayanan yang cepat, ramah, profesional, transparan, dan berbasis teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Di era digital, hampir semua layanan publik telah mengalami transformasi. Oleh karena itu, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya juga perlu terus melakukan inovasi agar pelayanan semakin efektif dan efisien. Masyarakat tidak hanya mengharapkan dokter yang kompeten, tetapi juga sistem pelayanan yang memudahkan, mulai dari pendaftaran, administrasi, pemeriksaan, hingga penanganan medis.

Masih ditemukannya birokrasi yang panjang, proses administrasi yang berbelit, waktu tunggu yang lama, serta lambatnya penanganan terhadap pasien menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Dalam dunia medis dikenal istilah golden period, yaitu waktu yang sangat menentukan keberhasilan penanganan pasien. Keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko komplikasi, kecacatan, bahkan kehilangan nyawa.

Karena itu, kecepatan pelayanan bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia. Setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang tepat waktu sesuai tingkat kegawatannya. Jangan sampai prosedur administratif justru menghambat tindakan medis yang mendesak.Kamis.(6/8/2026)

Namun demikian, kita juga perlu memahami bahwa tenaga kesehatan bekerja dengan tanggung jawab yang sangat besar. Dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan setiap hari berjuang menyelamatkan nyawa di tengah tingginya jumlah pasien, keterbatasan fasilitas, hingga tekanan pekerjaan yang tidak ringan. Oleh sebab itu, pembenahan pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan dengan menyalahkan individu, melainkan memperkuat sistem yang mendukung mereka bekerja secara optimal.

Pemerintah bersama pengelola fasilitas kesehatan perlu terus mempercepat digitalisasi layanan, menyederhanakan birokrasi, meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki sistem antrean, serta memastikan sarana dan prasarana memadai. Evaluasi pelayanan juga harus dilakukan secara berkala agar setiap keluhan masyarakat dapat menjadi bahan perbaikan.

Selain kecepatan, keramahan dalam pelayanan juga menjadi aspek yang sangat penting. Senyum, empati, komunikasi yang baik, serta sikap menghargai pasien dan keluarganya akan menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Pasien yang sedang sakit tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga kepastian, perhatian, dan rasa tenang.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya meyakini bahwa kritik yang disampaikan secara santun merupakan bentuk kepedulian terhadap pelayanan publik. Kritik bukan untuk menjatuhkan tenaga kesehatan atau institusi tertentu, melainkan sebagai dorongan agar sistem pelayanan semakin baik dari waktu ke waktu. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sudah saatnya pelayanan kesehatan menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi, memangkas birokrasi yang tidak perlu, meningkatkan profesionalisme, dan mengutamakan keselamatan pasien, kita dapat membangun sistem kesehatan yang lebih modern, responsif, dan berkeadilan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya megahnya gedung atau canggihnya peralatan medis, tetapi juga seberapa cepat, tepat, dan manusiawi pelayanan diberikan kepada masyarakat. Sebab dalam dunia kesehatan, nyawa tidak bisa menunggu.***Ronald.

Oleh: Korwil Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #OPINI #infodesanews #kabarindonesia

Berita Terkait Lainnya

Korwil Lampung
Jurnalis Terverifikasi Koordinator Wilayah Lampung

Korwil Lampung

Koordinator liputan investigasi, hukum, dan peristiwa daerah Lampung.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi