Minggu, 27 September 2026
TERKINI
• Wujud Kepedulian Rakyat, Danrem 091/ASN Buka Bazar HUT Ke-81 TNI di Kodim 0901/Smd (20 jam yang lalu) • Hasil Lab Kasus MBG Blora Berbeda dengan Keterangan Dinkes, Bacillus cereus Dipertanyakan (1 hari yang lalu) • 17 Desa Wilayah Lamsel Bakal Mengikuti Penilaian Desa Antikorupsi Tingkat Provinsi (1 hari yang lalu) • Kodim 0721/Blora dan BAZNAS Bedah Dua Rumah Warga Sambut HUT ke-81 TNI (1 hari yang lalu) • Fly Jaya Buka Rute Penerbangan Reguler Masamba-Makassar Segera Mengudara (1 hari yang lalu) • Ketum LAFKI dr Benny, Dorong RS Elim Rantepao Dikembangkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan (1 hari yang lalu) • SDN 1 Plosarjo Terima Bantuan Revitalisasi, Kelas Rusak Kini Siap Jadi Ruang Belajar Nyaman (1 hari yang lalu) • Perkuat Kelembagaan dan Kolaborasi, PWI Sulsel Silaturahmi ke Bank Mandiri (1 hari yang lalu) • Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (2 hari yang lalu) • Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (2 hari yang lalu)
INFODESA 27 April 2026, 00:22 WIB 583 PDF

Merasa Kena Kibul, Kader PAN Boyolali ‘Nagih Janji’ Anggota DPR RI Mohammad Hatta

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Merasa Kena Kibul, Kader PAN Boyolali ‘Nagih Janji’ Anggota DPR RI Mohammad Hatta
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO – INFODESANEWS.COM | Kader Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Boyolali memberikan kesaksian publik yang cukup mencengangkan. Kepada awak media,  kader militan ini mengaku merasa kena ‘kibul’ oleh anggota DPR RI Mohammad Hatta yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Tengah 5 yang meliputi Klaten, Surakarta, Sukoharjo dan Boyolali.

Para kader itu antara lain Yamto (Caleg DPRD Boyolali), Agus Purwanto (Ketua Bappilu DPD PAN Boyolali), Atik Rahmawati (Caleg DPRD Boyolali), dan Sendi Rahma Utavi (Caleg DPRD Boyolali).

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan dalam Jumpa Pers di Solobaru, (Kamis, 23/4/2026).

Yamto bersama kader lainya mengaku mempertanyakan atas dugaan penyelewengan dana kampanye Pemilu 2024 oleh anggota DPR RI Mohamad Hatta.

Sebelumnya dibulan Januari 2026 kader PAN ini juga sudah mendatangi kantor DPP PAN guna memperjuangkan hak yang belum diterima sampai hari ini. Sebelumnya mereka juga sudah bersurat ke DPW PAN Jawa Tengah dan juga bertemu dengan Muhammad Hatta. Di kantor DPP PAN mereka tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Dalam penjelasanya, Yamto dkk sangat membutuhkan ketegasan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk menyelesaikan masalah ini dengan adil dan tuntas.

Yamto, tokoh masyarakat yang dulu terus dibujuk agar berjuang memenangkan Muhammad Hatta merasa paling kecewa.

“Saya dilamar oleh Mohammad Hatta yang berjanji akan membiayai pertarungan di Boyolali termasuk uang saksi dan serangan fajar. Tapi janji itu sampai sekarang belum dipenuhi, malah nomor ponsel saya ikut diblokir,” tegas Yamto.

Yamto mengatakan, ia dan rekan-rekannya sesama caleg yang dikecewakan telah melakukan upaya kekeluargaan dengan mendatangi secara langsung Mohammad Hatta yang telah terpilih sebagai anggota DPR RI. Sayangnya, upaya tersebut kembali gagal.

“Padahal kami menyaksikan secara langsung ada uang dalam empat plastik kresek yang diserahkan Pak Zulhas kepada Mohammad Hatta di Jakarta. Uang itu seharusnya digunakan untuk kepentingan kampanye dan uang saksi di TPS,” ungkap Yamto.

Keterangan Yamto juga diperkuat Agus Purwanto yang juga menyaksikan secara langsung penyerahan uang dalam empat kantong kresek tersebut. “Waktu itu Pak Zulhas bilang, ‘Oke saya bantu Rp1 miliar,’ maka kami menduga total uang dalam kresek itu berjumlah Rp1 miliar,” ungkap Agus.

Agus menambahkan, seharusnya uang dalam kresek itu dibuka oleh Mohammad Hatta dan dibagikan secara proporsional kepada seluruh caleg. Tapi faktanya sampai sekarang uang itu tidak jelas nasibnya,” katanya.

Namun dalam pertemuan itu, Mohammad Hatta dengan enteng menjawab akan memberikan uang Rp100 juta kepada seluruh caleg PAN di Boyolali yang berjumlah 41 orang. “Pak Hatta waktu itu bilang gampang kalau soal urusan itu, nanti saya kasih Rp100 juta per caleg,” ujarnya menirukan ucapan Hatta. Namun faktanya, janji itu hingga kini tidak pernah ditepati. (*/redslo)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi