Kamis, 5 November 2026
TERKINI
• Petani Tebu Blora Protes Manajemen PT GMM Jelang Giling 2027 (1 jam yang lalu) • Bimtek Aparatur Pemerintah Desa se-Kecamatan Tunjungan, Bekal Pengelolaan Keuangan dan Persiapan Pilkades 2027 (8 jam yang lalu) • Residivis Penggelapan Motor Ditangkap Polisi Polsek Candipuro Di Lampung Timur (11 jam yang lalu) • Kapolda Lampung Rilis Pengungkapan Narkoba,Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 40,26 Kg Sabu (11 jam yang lalu) • Jenggis Khan Haikal: Perda Larangan Overload Sudah Ada, Penegakan Jangan Sekadar Aturan (22 jam yang lalu) • Lamsel Fest 2026 Usung Konsep Baru: Spektakel Enam Hari dari Pesta UMKM, Atraksi Drift hingga Parade Budaya dan Night Lava Run (22 jam yang lalu) • 2.872 Unit RTLH di Kabupaten Blora Tersebar dari Berbagai Sumber Pendanaan (1 hari yang lalu) • Bupati Egi Tegaskan KNMP Bukan Sekadar Infrastruktur, Harus Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Materi, Dwi Riyanto Hadiahkan Buku untuk Kader HMI dari Berbagai Daerah (1 hari yang lalu) • MIM Congol Simo Gelar AMT, Perkuat Adab Islam dan Karakter Karimah Siswa (1 hari yang lalu)
NASIONAL Blora 05 November 2026, 18:41 WIB 25 PDF

Petani Tebu Blora Protes Manajemen PT GMM Jelang Giling 2027

Sahid Simon
Oleh: Sahid Simon • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Petani Tebu Blora Protes Manajemen PT GMM Jelang Giling 2027
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Sahid Simon

BLORA, INFODESANEWS — Paguyuban Petani Tebu Blora (PPTB) menyampaikan pernyataan sikap menanggapi situasi terkini PT Gendhis Multi Manis (GMM) Blora. Dalam konferensi pers pada Kamis (5/11/2026) pagi, petani menuntut keadilan dan keterlibatan dalam persiapan giling tahun 2027.

Humas PPTB, Hairul Anwar, menyampaikan tiga poin utama. Pertama, manajemen GMM dinilai tidak pernah melibatkan PPTB dalam komunikasi, tetapi justru aktif mengadakan pertemuan dengan kelompok petani tebu lain. Sikap tersebut dianggap tidak berkeadilan bagi petani ring satu yang telah memiliki komitmen bahan baku.

“Kami mohon protes kepada Direktur GMM, kenapa tidak menyapa PPTB? Kenapa membedakan antara petani satu dan petani dua?” tegas Hairul.

Kedua, PPTB mengkhawatirkan manajemen GMM tidak mampu menyatukan para petani tebu Blora dalam menyukseskan giling 2027. Kondisi itu berpotensi menyebabkan kekurangan pasokan tebu dan mengulang kerugian yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketiga, karena GMM tidak memiliki kebun inti sendiri, menurut PPTB potensi petani tebu Blora seharusnya dijadikan kekuatan menuju kebangkitan, bukan justru dikotak-kotakan.

PPTB berharap protes tersebut menjadi bahan pemeriksaan dan ditindaklanjuti manajemen GMM demi kesejahteraan bersama petani tebu Blora.**Red

Oleh: Sahid Simon Editor: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #Blora #infodesanews #kabarindonesia
Sahid Simon
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

Sahid Simon

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi